Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

DLHK Sidoarjo Tutup TPA Liar di Trompoasri, Dorong Aktivasi TPS 3R

Diky Putra Sansiri • Selasa, 14 April 2026 | 15:14 WIB
MERUSAK LINGKUNGAN: DLHK Sidoarjo melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pembuangan sampah yang dikategorikan sebagai tempat pemrosesan akhir liar di Desa Trompoasri, Selasa (14/4).
MERUSAK LINGKUNGAN: DLHK Sidoarjo melakukan inspeksi mendadak ke lokasi pembuangan sampah yang dikategorikan sebagai tempat pemrosesan akhir liar di Desa Trompoasri, Selasa (14/4).

RADAR SIDOARJO - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembuangan sampah yang dikategorikan sebagai tempat pemrosesan akhir (TPA) liar di Desa Trompoasri, Selasa (14/4/2026). 

Sidak tersebut melibatkan perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta unsur TNI dan Polri dari Koramil dan Polsek setempat.

Baca Juga: Bau Sampah Ganggu Pesantren, Bupati Sidoarjo Perintahkan Pembenahan Total TPST Terungkulon Krian

Plt Kepala DLHK Sidoarjo, Arif Mulyono, mengungkapkan bahwa berdasarkan temuan di lapangan, aktivitas pembuangan sampah di lokasi tersebut diduga telah berlangsung sekitar dua tahun. Ia menegaskan, mulai saat ini lokasi tersebut ditutup untuk umum, khususnya bagi pembuang sampah dari luar wilayah desa.

“Kami tutup sementara sampai manajemen desa siap. Untuk saat ini, layanan diprioritaskan bagi warga Desa Trompoasri melalui sistem baru yang akan disiapkan. Kami ingin desa ini kembali bersih sesuai namanya, Trompoasri yang asri,” ujarnya.

Baca Juga: Sidak Sampah di Penatarsewu Sidoarjo, Bupati Subandi Soroti Pengelolaan Tak Sesuai Aturan

Arif menjelaskan, tumpukan sampah yang menggunung dan kondisi lingkungan yang kumuh terjadi akibat belum adanya sistem pengelolaan sampah yang memadai di tingkat desa. Karena itu, DLHK mendorong Pemerintah Desa Trompoasri segera mengaktifkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) sebagai solusi jangka pendek, agar warga tidak lagi membuang sampah ke lahan liar.

Sementara itu, mantan Kepala Dusun Bendungan Trompoasri, Rofiq, menyebut sebagian besar sampah yang menumpuk merupakan limbah plastik sisa industri. Pihaknya kini berkoordinasi dengan DLHK untuk mengidentifikasi asal perusahaan pembuang limbah tersebut, agar penanganannya bisa lebih jelas dan terarah.

Baca Juga: Sampah Libur Lebaran di Sidoarjo Capai 18,99 Ton, Didominasi Sisa Petasan

“Kami ingin tahu sampah ini berasal dari perusahaan mana, supaya ke depan pengelolaannya bisa dilakukan secara jelas melalui desa atau BUMDes,” katanya.

Meski demikian, di lokasi tersebut juga terdapat aktivitas pemilahan sampah yang melibatkan warga sekitar. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, sehingga sampah yang masih memiliki nilai jual dapat dimanfaatkan.

Baca Juga: Tumpukan Sampah di TPST Rejeni Sidoarjo Terbakar, Begini Kondisinya

“Tenaga kerjanya warga sini sendiri. Kami upayakan melalui BUMDes agar masyarakat tetap mendapat penghasilan dan sampah bisa lebih terkelola,” tambah Rofiq.

Plt Kepala Desa Trompoasri, Suyanto, mengakui persoalan sampah di wilayahnya kini sudah berada pada titik kritis. Ia menyebut, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang dibangun pada masa kepala desa sebelumnya hingga kini belum berfungsi optimal dan bahkan mangkrak selama dua hingga tiga tahun.

Menurutnya, kendala utama terletak pada belum siapnya infrastruktur penunjang serta belum adanya pengelola yang kompeten. “Kendalanya ada pada SDM pengelola dan peralatan yang belum memadai. Karena itu, sampai sekarang TPST belum bisa difungsikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterbatasan anggaran juga menjadi hambatan bagi pemerintah desa untuk mengelola sistem persampahan secara profesional. Ke depan, pihaknya berharap ada dukungan dari pemerintah daerah agar persoalan sampah di Trompoasri dapat segera teratasi secara menyeluruh. (dik/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#TPA #DLHK #Sidak #TPS #Sampah