RADAR SIDOARJO - Tragedi tenggelamnya balita di bantaran sungai kembali menjadi peringatan keras bagi masyarakat dan pemerintah.
Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana, menegaskan pentingnya pengawasan ketat di kawasan permukiman dekat sungai, terutama untuk melindungi anak-anak yang sangat rentan terhadap bahaya.
Baca Juga: Tangis Haru Pecah di UPT PPSA Balita Sidoarjo saat Wabup Mimik Peluk Anak-Anak
Hal tersebut disampaikan saat ia melayat ke rumah duka Gibran Septian, balita 1,5 tahun asal Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, yang menjadi korban terseret arus sungai.
Menurut Mimik, Pemkab Sidoarjo akan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memperketat pengawasan di wilayah-wilayah rawan, khususnya permukiman di bantaran sungai.
“Ke depan, pemukiman di pinggir sungai harus lebih diperhatikan. Perlu pengawasan ketat, terutama untuk anak-anak. Jangan sampai lengah, apalagi anak usia di bawah dua tahun sangat rentan,” tegas Mak Mimik sapaan akrabnya, Senin (13/4).
Ia menjelaskan, anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap air, sehingga membutuhkan perhatian ekstra dari orang tua maupun lingkungan sekitar.
Baca Juga: Dampingi KH Said Aqil Siroj, Wabup Sidoarjo Santuni Ratusan Anak Yatim dan Duafa
“Air itu menarik bagi anak-anak. Bahkan orang dewasa saja kadang tertarik. Apalagi anak kecil yang belum tahu bahaya, ini yang harus diantisipasi bersama,” tambahnya.
Kehadiran Mimik di rumah duka juga untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi.
Baca Juga: Wabup Sidoarjo Mimik Idayana Sidak Perbaikan Jalan Lingkar Timur, Minta Pengerjaan Siang-Malam
“Saya turut berduka cita yang mendalam atas kejadian ini. Semoga keluarga diberi ketabahan dan kekuatan,” ucapnya.
Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Kepala BPBD Sidoarjo Sabino Mariano dan Camat Tanggulangin Arie Prabowo. Mimik menyebut keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan mengajak masyarakat untuk tetap ikhlas menghadapi cobaan.
“Kondisi anak sudah ditemukan utuh, dan keluarga sudah menerima ini sebagai ujian dari Allah SWT. Kita harus ikhlas menghadapi musibah seperti ini,” tuturnya.
Sebagai informasi, Gibran Septian sebelumnya dilaporkan hilang dan diduga terjatuh ke sungai. Setelah lima hari pencarian intensif oleh tim gabungan, korban akhirnya ditemukan pada Minggu (12/4) sekitar pukul 11.20, sejauh kurang lebih 13 kilometer dari lokasi awal. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista