RADAR SIDOARJO - Suasana di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo terasa berbeda pada Kamis (9/4).
Di balik dinding bangunan yang selama ini menjadi tempat bernaung puluhan bayi, tersimpan kisah-kisah sunyi yang jarang tersentuh.
Baca Juga: Wabup Sidoarjo Terima Penyerahan Bayi yang Ditinggal Meninggal Ibunya di Rutan Porong
Namun hari itu, keheningan berubah menjadi haru.
Kedatangan Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, yang akrab disapa Mak Mimik, membawa kehangatan tersendiri. Puluhan bayi yang terbaring maupun bermain seakan menyambut dengan cara mereka, tangisan kecil, senyum polos, dan tatapan jujur tanpa dosa.
Baca Juga: Peduli Kesehatan Ibu dan Bayi, Polsek Krembung Sidoarjo Tinjau Posyandu di Desa Wangkal
Mak Mimik tak kuasa menahan perasaan. Matanya berkaca-kaca, dan tangis haru pun pecah saat ia mendekat, menyapa satu per satu bayi yang ada di hadapannya.
“Ya Allah, mereka sangat lucu, cantik, dan ganteng-ganteng,” ucapnya lirih sambil mengusap air mata.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo Jelaskan Langkah-Langkah Pendaftaran Bayi Baru Lahir
Tangannya mengelus lembut kepala bayi-bayi itu. Sesekali ia berbincang dengan para pengasuh, menanyakan kondisi kesehatan mereka.
“Bagaimana kesehatannya? Sehat semua?” tanyanya penuh perhatian.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Ada kerinduan yang telah lama ia pendam. Sejak momen Lebaran, Mak Mimik mengaku ingin datang dan memeluk anak-anak di tempat tersebut, namun baru hari itu keinginannya terwujud.
“Sejak Lebaran saya sudah ingin ke sini. Saya rindu bertemu dan memeluk anak-anak ini. Alhamdulillah hari ini bisa terwujud,” tuturnya.
Di hadapan para pengasuh, ia juga menyampaikan rasa syukur karena seluruh bayi dalam kondisi sehat. Ia memberikan apresiasi kepada para tenaga pengasuh yang dengan sabar dan penuh ketulusan merawat anak-anak tersebut.
“Pengasuh di sini luar biasa. Terima kasih atas kesabaran dan ketelatenannya. Anak-anak ini sehat semua, itu berkat kerja keras panjenengan,” ujarnya.
Dari penjelasan yang diterima, bayi-bayi yang dirawat di UPT PPSAB berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Madura, Probolinggo, Malang, Banyuwangi, hingga Gresik. Bahkan, ada bayi yang datang dalam kondisi baru lahir, berusia tiga hari.
Sebagian besar dari mereka merupakan bayi terlantar—ditemukan atau dilaporkan oleh masyarakat, lalu dibawa ke tempat tersebut untuk mendapatkan perlindungan dan perawatan.
Saat ini, tercatat 46 anak berada dalam asuhan UPT tersebut. Beberapa di antaranya telah memasuki usia sekolah. Dua anak mengikuti pendidikan taman kanak-kanak, sementara enam lainnya menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB).
Kepala UPT PPSA Balita Sidoarjo, Sri Mariyani, menyebut pihaknya terus berupaya memberikan pengasuhan terbaik, mulai dari aspek kesehatan, tumbuh kembang, hingga pendidikan anak-anak.
“Tugas kami merawat mereka seperti anak sendiri. Kami berusaha membuat mereka betah dan senyaman mungkin di sini,” ujar Sri Mariyani. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista