RADAR SIDOARJO - Viralnya pemasangan pembatas di Pondok Sidokare Asri Blok Y memicu pro dan kontra di media sosial.
Namun di balik itu, pemilik rumah, Mashuda atau yang kerap disapa Pak Uda, menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan semata-mata demi keselamatan cucunya.
Baca Juga: Berenang saat Hujan, Santri Asal Waru Meninggal Tenggelam di Sungai Sidokare Sidoarjo
Peristiwa pemasangan pembatas jalan ini terjadi di kawasan Pondok Sidokare Asri Blok Y, yang turut menjadi sorotan warganet.
Dalam video yang beredar luas, muncul berbagai cibiran dari netizen yang menilai Pak Uda telah menguasai jalan yang disebut sebagai fasilitas umum (fasum) serta melarang kendaraan melintas di depan rumahnya.
Baca Juga: Santri 17 Tahun Asal Waru Tenggelam di Sungai Sidokare Sidoarjo
Bahkan, sebagian komentar berkembang tidak relevan dan bernada merendahkan.
Menanggapi hal itu, Pak Uda yang merupakan purnawirawan Polri sekaligus mantan ketua RT dan RW setempat meluruskan bahwa pemasangan pembatas tersebut bukan untuk menutup akses jalan, melainkan sebagai bentuk antisipasi demi keselamatan anak-anak, khususnya cucunya yang sering bermain di area tersebut.
Baca Juga: Lansia di Sidokare Sidoarjo Ditemukan Meninggal di Dalam Sumur
“Saya berencana memasang rambu ini sebenarnya untuk keamanan anak-anak saat bermain dan rencana saya akan saya beri tulisan hati-hati banyak anak kecil, berhubung masihbrepot belum sempat untuk menulis dan masih polos putih rambunya keduluan viral,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi jalan di depan rumahnya kerap dilalui kendaraan yang melintas secara tiba-tiba tanpa peringatan, sehingga berpotensi membahayakan.
Baca Juga: Pria 45 Tahun Tewas Tersangkut Pagar Rumahnya di Perum Sidokare Indah Sidoarjo, Ini Kronologinya
"Ini saya untuk antisipasi karna cucu saya biasanya tiba tiba nyebrang jalan, demi keselamatannya jadi saya menutup jalan separuh " kata Pak Uda.
Menurutnya, pembatas tersebut tidak bersifat permanen dan tetap bisa dipindahkan sewaktu-waktu jika ada warga yang hendak melintas. Ia menegaskan bahwa akses jalan tetap terbuka selama ada komunikasi yang baik.
"Lah kalau enggak ada kegiatan cucuku ya tak sampingkan" imbuhnya.
Pak Uda juga menekankan bahwa dirinya tidak pernah melarang warga untuk lewat, melainkan hanya berupaya menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak.
"Kalau ada orang lewat ya silahkan lewat kalau pas rambu tersebut tertutup y biasanya di buka jalanya sama pengguna jalan saya tidak masalah," jelasnya.
Ia pun menyayangkan narasi yang berkembang di media sosial yang dinilai tidak utuh dan memicu kesalah pahaman di tengah masyarakat. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista