RADAR SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terus menggenjot upaya pencegahan banjir. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah sungai dan saluran air dinormalisasi secara masif, terutama di titik-titik yang mengalami pendangkalan dan penumpukan sampah.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi terpadu penanganan banjir dari hulu hingga hilir. Sedikitnya enam aliran air menjadi sasaran, di antaranya anak afvour Kemambang di Kelurahan Urangagung, saluran Purboyo di Desa Kepuhkemiri (Tulangan), saluran MK Dungus (Sukodono), saluran Ketawang di Desa Jumputrejo, saluran Kedungkampil di Desa Kedungsolo (Porong), serta saluran MK di Desa Keboananom (Gedangan). Dalam pelaksanaannya, Pemkab menurunkan alat berat untuk mempercepat proses pengerukan dan pembersihan.
Baca Juga: Wabup Mimik Idayana Curhat Jalan Berlubang dan Banjir saat Reses DPR RI di Sidoarjo
Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan bahwa normalisasi difokuskan pada sungai yang mengalami sedimentasi dan penumpukan sampah yang menghambat aliran air. “Endapan lumpur dan sampah bisa menyumbat aliran. Saat hujan deras, kondisi ini berpotensi menyebabkan sungai meluap. Karena itu, normalisasi dilakukan untuk mengembalikan kapasitas sungai,” ujarnya, Kamis (2/4).
Sampah hasil pembersihan kemudian diangkut ke TPA Jabon untuk penanganan lebih lanjut. Menurut Subandi, pendangkalan sungai selama ini membuat aliran air melambat dan berpotensi menimbulkan genangan, terutama di kawasan permukiman. Dengan pengerukan dan pembersihan, aliran air diharapkan menjadi lebih lancar sehingga risiko genangan dapat ditekan.
Baca Juga: Bhabinkamtibmas Polsek Taman Sidoarjo Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir
Selain pengendalian banjir, normalisasi sungai juga berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan. Tumpukan sampah yang mencemari aliran air menjadi perhatian serius karena berpengaruh terhadap kualitas air dan ekosistem.
“Kalau sungai bersih, kualitas air ikut membaik dan ekosistem tetap terjaga. Ini penting untuk keberlanjutan lingkungan,” imbuhnya.
Baca Juga: Hari Pertama Masuk Sekolah, SMPN 2 Tanggulangin Sidoarjo Terendam Banjir
Normalisasi juga berfungsi mencegah pendangkalan akibat sedimentasi berlebih serta melindungi infrastruktur di sekitar aliran sungai, seperti jembatan, tanggul, hingga permukiman warga. Subandi menekankan, keberhasilan program ini membutuhkan peran aktif masyarakat.
“Upaya ini tidak akan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Mari kita jaga bersama agar sungai tetap bersih dan berfungsi dengan baik,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista