RADAR SIDOARJO - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman, terutama saat cuaca tak menentu yang memicu perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Untuk itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo membagikan sejumlah langkah pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat.
Kepala Dinkes Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, menegaskan bahwa upaya paling efektif untuk mencegah DBD adalah dengan membudayakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui metode 3M Plus secara rutin.
Baca Juga: Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus Virus Nipah di Sidoarjo, Ini Gejalanya
“Budayakan PSN dengan metode 3M Plus dalam kehidupan sehari-hari. Minimal setiap minggu masyarakat melakukan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air,” ujarnya, Selasa (17/3).
Ia menjelaskan, langkah “Plus” juga penting untuk memaksimalkan pencegahan. Di antaranya menanam tanaman pengusir nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, serta menggunakan lotion antinyamuk saat beraktivitas, terutama di luar rumah.
Baca Juga: Kasus Super Flu Muncul di Jatim, Ini Tips dari Dinkes Sidoarjo
Selain itu, masyarakat juga didorong menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna meningkatkan daya tahan tubuh.
“Tidak hanya menjaga lingkungan, masyarakat juga harus menjaga imunitas dengan pola hidup sehat agar tidak mudah terserang penyakit, termasuk DBD,” tambahnya.
Baca Juga: Kanker Serviks Mengintai Perempuan, Dinkes Sidoarjo Ajak Tes Skrining HPV DNA
Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap tanda dan gejala DBD, terutama saat memasuki fase kritis, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Di sisi lain, upaya pencegahan turut diperkuat melalui peran aktif fasilitas kesehatan. Dinkes mengimbau penanggung jawab program di puskesmas untuk rutin memberikan edukasi setiap minggu, baik secara langsung maupun melalui media sosial seperti WhatsApp dan Instagram.
Berbagai langkah strategis juga terus dilakukan, mulai dari penyusunan media edukasi DBD, koordinasi lintas sektor untuk menggerakkan PSN 3M Plus secara serentak setiap pekan, hingga penguatan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).
“Kami juga melakukan penyelidikan epidemiologi pada setiap laporan kasus dengue dan menindaklanjutinya sesuai SOP, serta rutin mengeluarkan imbauan melalui surat edaran bupati agar semua sektor ikut berperan aktif,” tegasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista