Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Sampah Menggunung di Jalan Ahmad Yani Sidoarjo, DLHK Benahi Sistem dari RT hingga TPS3R

Diky Putra Sansiri • Jumat, 27 Februari 2026 | 15:05 WIB

KOTOR: Tumpukan sampah yang sempat menggunung di Sidoarjo.
KOTOR: Tumpukan sampah yang sempat menggunung di Sidoarjo.

RADAR SIDOARJO - Tumpukan sampah yang sempat menggunung di trotoar Jalan Ahmad Yani, sekitar 350 meter di selatan Alun-alun Sidoarjo, akhirnya dibersihkan. Namun, persoalan yang mencuat bukan sekadar keterlambatan pengangkutan, melainkan lemahnya manajemen pengelolaan sampah di kawasan jalan protokol tersebut.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono, menegaskan pihaknya langsung bergerak cepat begitu persoalan itu mencuat.

“Tadi pagi (Jumat) saya sudah kumpulkan para mandor, korlap, petugas outsourcing, juga Bidang Persampahan di TPA. Ini tindak lanjut dari kemarin,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar Sidoarjo, Jumat (27/2).

Menurut Arif, akar masalah terletak pada sistem pengelolaan sampah rumah tangga di wilayah jalan protokol yang belum tertata dengan baik. Selama ini, pengangkutan sampah diduga dilakukan secara perorangan atau oleh pihak swasta tanpa koordinasi jelas dengan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).

“Itu memang belum termanajemen dengan baik di wilayah jalan protokol,” jelasnya.

DLHK kini menyiapkan langkah pembenahan menyeluruh. Proses dimulai dari pendataan warga oleh masing-masing RT, pencatatan jumlah kepala keluarga (KK), hingga memastikan petugas pengangkut sampah dan TPS3R tujuan pembuangan.

“RT diminta mendata jumlah KK, memastikan penggerobaknya siapa, lalu dibuang ke TPS3R mana. Termasuk besaran iurannya, semua kita data,” tegas Arif.

Pendataan juga menyasar toko-toko di sepanjang jalan protokol. Targetnya, seluruh data sudah rampung pada pertengahan Maret mendatang.

“Kalau sudah terdata dengan baik, otomatis mereka terlayani oleh TPS3R, bukan lagi perorangan,” imbuhnya.

Sembari proses pembenahan berjalan, DLHK tetap mengerahkan pasukan kebersihan serta tim Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (KRTH) untuk mengangkut sampah yang terlanjur menumpuk ke TPA.

Baca Juga: Awal Musim Hujan, TPA Jabon Sidoarjo Kebanjiran Sampah Kiriman Sungai

“Sambil mendata, pasukan persampahan dan KRTH tetap kami gerakkan untuk mengambil sampah di pinggir jalan dan langsung mengangkutnya ke TPA,” jelasnya.

Arif memastikan sejumlah titik yang sebelumnya dikeluhkan warga kini telah dibersihkan. Selain di Jalan Ahmad Yani, penanganan juga dilakukan di Jalan Diponegoro.

“Yang di Pom Bensin Shell Jalan Diponegoro sudah kami bersihkan. Di Jalan Ahmad Yani juga sudah,” katanya.

Ia mengakui persoalan serupa tidak hanya terjadi di pusat kota. Beberapa wilayah seperti Waru dan Gedangan juga menghadapi masalah yang sama, terutama di kawasan pertokoan.

“Ini kami coba perbaiki sedikit demi sedikit, meski dengan keterbatasan personel,” ujarnya.

Sebelumnya, warga mengeluhkan tumpukan sampah rumah tangga yang dibungkus plastik dan diletakkan di tepi trotoar Jalan Ahmad Yani. Selain mencolok di kawasan tengah kota, bau menyengat juga mulai terasa, terutama saat siang hari.

Warga Sidoarjo Kota, Juanedi, menyebut sampah sudah menumpuk sekitar satu minggu. “Baunya mulai menyengat, apalagi kalau siang hari. Sangat mengganggu pemandangan,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Nur. Ia menilai kondisi tersebut membuat wajah kota tampak kumuh dan berharap penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

“Kalau di jalan utama saja seperti ini, tentu kurang enak dilihat. Harusnya lebih cepat ditangani,” ujarnya.

DLHK memastikan selama bulan Ramadan pihaknya tetap turun tangan mengangkut sampah di titik-titik rawan hingga sistem pendataan berbasis RT dan TPS3R berjalan optimal. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#DLHK #sistem #Menggunung #TPS #Sampah