Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Modernisasi Pertanian di Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono Serahkan Traktor untuk Petani Gedangrowo Prambon

Diky Putra Sansiri • Selasa, 24 Februari 2026 | 17:41 WIB

 

 MODERNISASI: BHS (tiga dari kanan) serahkan bantuan Alsintan untuk petani di Desa Gedangrowo, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Selasa (24/2). (RUDIANTO/RADAR SIDOARJO)
MODERNISASI: BHS (tiga dari kanan) serahkan bantuan Alsintan untuk petani di Desa Gedangrowo, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Selasa (24/2). (RUDIANTO/RADAR SIDOARJO)
 

RADAR SIDOARJO - Langkah nyata menuju swasembada pangan nasional terus digelorakan di Kabupaten Sidoarjo. Bertempat di Balai Desa Gedangrowo, Kecamatan Prambon, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol (BHS), menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda empat guna mendongkrak produktivitas lahan di wilayah yang dikenal sebagai lumbung pangan tersebut.

Penyerahan bantuan yang berlangsung pada Selasa (24/2) ini merupakan inisiasi BHS bersama Kementerian Pertanian, sebagai upaya merespons tantangan regenerasi petani melalui teknologi modern.

Sebagai Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, BHS menegaskan bahwa penggunaan teknologi mesin adalah kunci agar pengolahan tanah jauh lebih efisien dibandingkan tenaga manual atau hewan.

"Ini adalah bentuk komitmen kita untuk mensukseskan program ketahanan pangan yang dicanangkan Pak Prabowo. Dengan alat ini, pengolahan tanah lebih cepat dan produktivitas akan semakin tinggi," ujar Bambang Haryo Soekartono.

 Lebih lanjut, tokoh yang juga menjabat sebagai Dewan Pakar DPP Partai Gerindra ini menyoroti empat pilar utama yang harus menjadi tanggung jawab negara demi kesejahteraan petani:

 Irigasi: Pemerintah harus menjamin ketersediaan air.

  1. Bibit: Kualitas bibit harus dipastikan oleh negara.
  2. Asuransi: Perlindungan finansial saat terjadi gagal panen.
  3. Hama: Pengendalian hama secara masif merupakan tugas pemerintah.

 "Kalau masalah-masalah ini diselesaikan dengan baik, petani akan mendapatkan hasil yang melimpah dan mereka akan lebih semangat untuk turun ke sawah," tambah BHS.

Senada dengan BHS, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispanperta) Kabupaten Sidoarjo, Dr. Eni Rustianingsih, ST., MT., menyambut baik bantuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Prambon, khususnya Desa Gedangrowo, memiliki posisi strategis dalam tata ruang pertanian Sidoarjo.

"Prambon adalah bagian dari Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B). Dari 18.000 hektare lahan pertanian di Sidoarjo, sekitar 2.000 hektare berada di Desa Gedangrowo. Bantuan ini sangat selaras dengan arahan Bapak Presiden untuk penguatan pangan," jelasnya.

Ia berharap modernisasi ini dapat menarik minat generasi muda (petani milenial) untuk terjun ke sektor pertanian dengan prinsip maju, mandiri, dan modern.

Perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Gedangrowo, Muhammad Soleh menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan oleh para wakil rakyat dan pemerintah daerah. Bagi para petani, mekanisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

"Gedangrowo adalah lumbung pertanian di Prambon. Kami sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah, khususnya dari Bapak BHS. Alat mekanisasi ini jelas membuat kami selangkah lebih maju daripada sistem manual. Semoga kedepannya petani kami lebih sejahtera," tandasnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, serta Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo, Supriyono, yang turut memberikan dukungan moril bagi para petani setempat. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Pertanian #Petani #modern #Prambon #BHS