RADAR SIDOARJO - Genangan air di Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, belum juga surut meski sudah berlangsung sembilan hari. Dengan ketinggian air antara 5 hingga 20 sentimeter, aktivitas warga terganggu dan roda perekonomian pun ikut melambat. Lapak pedagang tampak sepi, sementara pembeli enggan datang karena harus melewati genangan.
Banjir tak hanya merendam Bringinbendo, tetapi juga menjangkau Desa Trosobo dan Desa Kramatjegu, termasuk kawasan Perumahan Pejaya Anugerah. Hingga Rabu (18/2), air masih bertahan di sejumlah titik dengan ketinggian bervariasi.
Yanti, salah satu pedagang di Bringinbendo, mengaku lapaknya mulai tergenang sejak hujan deras mengguyur sembilan hari lalu.
“Kalau hujan deras, air naik sampai ke lapak. Sekarang memang sudah agak surut, tapi tetap mengganggu,” ujarnya.
Menurut Yanti, banjir yang berulang setiap musim hujan membuat jumlah pembeli turun drastis. Dampaknya langsung terasa pada pendapatan hariannya.
“Biasanya kalau tidak banjir masih ramai. Sekarang jadi sepi,” keluhnya.
Dalam kondisi normal, ia mampu menjual ratusan porsi per hari. Namun selama banjir, penjualannya merosot tajam dan hanya laku puluhan porsi.
Ia menilai persoalan utama ada pada sungai yang tak lagi mampu menampung debit air saat hujan lebat.
“Harapannya ada solusi supaya tidak banjir terus,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Indah, warga setempat. Ia melihat para pedagang yang biasanya ramai kini harus bertahan di tengah sepinya pembeli.
“Kasihan yang menggantungkan hidup dari jualan. Orang malas datang karena harus lewat genangan dulu,” kata perempuan 35 tahun itu.
Menurut Indah, beberapa usaha seperti bengkel mobil masih bisa beroperasi meski terdampak. Namun pedagang kecil lebih merasakan dampaknya secara langsung.
“Saya berharap dinas terkait segera melakukan normalisasi supaya banjir tidak terus terjadi dan pedagang tidak dirugikan,” tambahnya.
Sementara itu, penanganan telah dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Sidoarjo. Kepala DPUBMSDA Sidoarjo, Muhammad Makhmud, menyatakan pihaknya telah melakukan intervensi untuk mengurangi beban Sungai Buntung.
“Telah dilakukan intervensi dengan memecah aliran Sungai Buntung ke Sungai Pelayaran dan Sungai Mangetan Kanal Dungus,” jelasnya.
Selain itu, dua pompa portable juga dikerahkan guna mempercepat penyedotan air di lokasi terdampak.
Para pedagang berharap langkah tersebut segera membuahkan hasil, sehingga banjir yang terus berulang tidak lagi menjadi ancaman bagi kelangsungan usaha dan penghidupan mereka. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista