Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

CFD Sidoarjo, Sampah Membeludak hingga 4,7 Ton

Diky Putra Sansiri • Selasa, 3 Februari 2026 | 14:29 WIB
RAMAI: Suasana car free day di Alun-alun Sidoarjo pada 1 Februari 2026. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
RAMAI: Suasana car free day di Alun-alun Sidoarjo pada 1 Februari 2026. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Euforia kembalinya Car Free Day (CFD) di Alun-alun Sidoarjo setelah lima tahun vakum menyisakan pekerjaan rumah. Di balik kemeriahan ribuan warga yang memadati ruang publik bebas polusi tersebut, volume sampah justru melonjak tajam, bahkan nyaris tiga kali lipat dibandingkan hari normal.

CFD perdana yang digelar pada Minggu (1/2) langsung diserbu masyarakat. Sejak pagi, kawasan Alun-alun Sidoarjo dipadati warga yang berolahraga, bersantai, hingga menikmati wajah baru ruang publik yang kini tampak lebih tertata. Tingginya antusiasme pengunjung disebut melampaui perkiraan petugas di lapangan.

Namun, tingginya jumlah pengunjung itu berbanding lurus dengan volume sampah yang ditinggalkan.

Petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo harus bekerja ekstra membersihkan tumpukan sampah yang dengan cepat memenuhi tempat penampungan di sekitar area CFD. Sampah tersebut kemudian diangkut menggunakan dump truk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Griyo Mulyo, Kecamatan Jabon.

Kepala TPA Griyo Mulyo, Hajid Arif Hidayat, mengungkapkan volume sampah dari pelaksanaan CFD perdana ini tergolong sangat tinggi.

“Pada hari Minggu, total sampah dari kawasan Alun-alun Sidoarjo mencapai 4,7 ton atau setara dua rit dump truk. Pada Senin (2/2) masih ada tambahan sekitar satu rit dump truk,” ujarnya, Selasa (3/2).

Menurut Hajid, angka tersebut melonjak drastis dibandingkan hari Minggu biasa. Dalam kondisi normal, sampah dari kawasan alun-alun hanya sekitar 1,57 ton.

“Artinya, volumenya hampir tiga kali lipat,” jelasnya.

Ia menambahkan, sampah yang terkumpul didominasi sampah plastik, terutama dari kemasan makanan dan minuman sekali pakai, baik yang dibawa pengunjung maupun dihasilkan dari aktivitas pedagang.

Melihat kondisi tersebut, Hajid mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya saat mengikuti kegiatan CFD. Ia mengajak pengunjung membiasakan membawa tumbler atau wadah makan sendiri serta membuang sampah pada tempatnya.

Selain itu, pelaku UMKM diminta ikut bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan dari aktivitas usahanya.

“UMKM juga harus ikut menjaga kebersihan. Jangan sampai sampah dari jualannya dibiarkan menumpuk,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hajid menekankan bahwa CFD bukan sekadar ajang olahraga mingguan, melainkan bagian dari gerakan kesadaran lingkungan yang bertujuan mengurangi polusi dan menjaga kelestarian alam.

“Semua pihak harus memiliki kepedulian yang sama terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan,” pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#warga #Alun-alun #membeludak #CFD #Sampah #Ton