RADAR SIDOARJO - Memasuki usia ke-167 tahun, Kabupaten Sidoarjo memberikan kado spesial bagi para pengguna jalan. Kawasan Jalan Raya Waru yang selama ini identik dengan kemacetan parah dan kesemrawutan Pedagang Kaki Lima (PKL), kini berubah drastis menjadi area yang bersih, tertata, dan longgar.
Transformasi ini merupakan buah kerja keras Satpol PP Sidoarjo dalam menertibkan pedagang kembang sekar dan pasar tumpah yang kerap memakan badan jalan.
Plt Kepala Bidang (Kabid) Tibumtranmas Satpol PP Sidoarjo R Novianto Koesno Adi Putro menegaskan, langkah ini diambil untuk mengakhiri permainan kucing-kucingan antara petugas dan pedagang.
“Setelah kita tertibkan, kita sidangkan, dan kita angkut barang buktinya, artinya tidak ada lagi celah untuk melakukan pelanggaran di sana,” tegas Novianto saat ditemui pada Jumat (30/1).
Agar pedagang tidak kembali menjamur, Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan strategi jangka panjang melalui kolaborasi lintas instansi. Fokus utama saat ini adalah mengubah lokasi bekas PKL menjadi ruang terbuka hijau.
Satpol PP akan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk membangun taman kota atau menempatkan pot-pot besar di sepanjang trotoar agar lahan tidak lagi disalahgunakan.
Pemerintah tidak sekadar menggusur, namun memberikan solusi bagi pedagang pasar tumpah untuk menempati Pasar Kedungrejo yang baru.
Mengingat statusnya sebagai jalan nasional, koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) terus dilakukan untuk kemungkinan pelebaran jalan di masa depan.
Petugas difokuskan berjaga pada jam krusial, yakni pukul 07.00 dan 16.00, untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas warga Sidoarjo yang bekerja di Surabaya.
Novianto menambahkan, penataan ini juga menyasar parkir liar dan angkutan umum yang kerap mangkal (ngetem) sembarangan. Pihaknya melibatkan Satlantas Polresta Sidoarjo dan Dinas Perhubungan untuk memastikan fungsi jalan kembali normal.
“Tujuan kami adalah agar wajah kota Sidoarjo lebih tertib dan rapi. Masyarakat yang lewat bisa merasa nyaman, tidak lagi menghadapi kemacetan crowded akibat PKL dan parkir semrawut,” jelasnya.
Menutup keterangannya, Novianto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun.
"Ayo jogo Sidoarjo. Mudah-mudahan kota ini menjadi lebih indah, tertata rapi, baik untuk pedestrian maupun trotoar-trotoarnya," pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista