Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Pelantikan 24 Ranting Fatayat NU Candi Sidoarjo, Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan NU

Diky Putra Sansiri • Senin, 19 Januari 2026 | 14:29 WIB
HARLAH: Foto bersama selesai pelantikan Fatayat NU Candi, Sidoarjo. (ANAS/RADAR SIDOARJO)
HARLAH: Foto bersama selesai pelantikan Fatayat NU Candi, Sidoarjo. (ANAS/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Momentum Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-103 dimanfaatkan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Candi, Sidoarjo, untuk memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput.

Sebanyak 24 Pimpinan Ranting dan satu anak ranting Fatayat NU resmi dilantik, Sabtu (17/1), dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

Pelantikan tersebut menjadi tonggak penting penguatan peran perempuan muda NU dalam menjawab tantangan zaman, khususnya di bidang kemandirian ekonomi, dakwah, serta pengabdian sosial kemasyarakatan.

Sejak sore hari, para kader Fatayat NU tak hanya mengikuti prosesi organisasi, tetapi juga terlibat aktif dalam lomba-lomba edukatif yang mengangkat isu pencegahan stunting melalui pola makan sehat dan penguatan kekompakan kader.

Ketua PAC Fatayat NU Candi, Hj. Lilik Maslikhah, S.M., menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang bukan sekadar seremoni pelantikan, melainkan sarana edukasi dan penguatan peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

“Rangkaian acara sudah dimulai sejak sore hari dengan lomba plating menu makan sehat bergizi untuk pencegahan stunting. Menu yang dinilai terdiri dari menu utama, menu tambahan, dan minuman sehat,” ujar Lilik Maslikhah.

Setelah lomba plating, kegiatan dilanjutkan dengan lomba yel-yel antar ranting yang berlangsung meriah dan penuh semangat. Lomba ini menjadi ajang menampilkan kreativitas sekaligus kekompakan kader Fatayat NU di tingkat desa.

Ia menegaskan, pelantikan bukan sekadar seremonial, melainkan awal tanggung jawab besar bagi para pengurus ranting.

“Ke depan, kami berharap setiap ranting memiliki program unggulan yang mandiri dan berkelanjutan. Ranting harus mampu berdiri sendiri tanpa selalu bergantung pada sumbangan pihak lain,” tegasnya.

Menurut Lilik, kemandirian organisasi menjadi kunci agar Fatayat NU mampu bergerak lebih leluasa dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Karena itu, kami mendorong pengembangan UMKM, bank sampah, serta program ekonomi produktif lainnya yang bisa dikelola oleh kader Fatayat di tingkat ranting,” imbuhnya.

Fatayat NU, lanjut dia, memiliki bidang strategis yang luas, mulai dari pengembangan organisasi dan pengkaderan, dakwah, ekonomi, sosial budaya, kesehatan dan lingkungan hidup, hingga hukum, advokasi, serta penelitian dan pengembangan (litbang).

Seluruh bidang tersebut diharapkan mampu diimplementasikan secara nyata di tingkat ranting.

Pelantikan ini turut dihadiri Ketua PC Fatayat NU Sidoarjo Hj. Dzurotun Nafisah, jajaran pengurus PC Fatayat NU Sidoarjo, unsur MWC NU Candi di antaranya KH. Dr. Arwani Mushlich dan KH. Imam Sultoni, Camat Candi, Ketua Panitia KH. Dr. Ahmad Wahid Efendi, Ketua PAC Muslimat NU Candi Dra. Choirul Umrotin, serta perwakilan Ansor, IPNU-IPPNU, PRNU se-Anak Cabang Candi, dan seluruh pengurus ranting Fatayat NU.

Dalam tausiyahnya, para kiai menekankan bahwa kepemimpinan dalam organisasi NU bukanlah simbol kekuasaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan keikhlasan dan tanggung jawab.

“Pengurus bukan orang yang perlu diurus, tetapi orang yang siap mengurus dan melayani,” pesan para kiai dalam tausiyah pelantikan.

Mereka juga menegaskan bahwa tantangan kepemimpinan tidak ditentukan oleh siapa yang memimpin, melainkan oleh kemampuan pengurus menyelesaikan persoalan secara kolektif dan gotong royong.

Momentum pelantikan yang bertepatan dengan bulan Syaban, bulan yang dimuliakan, serta peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, diharapkan mampu melahirkan kader-kader Fatayat NU yang istiqamah dalam perjuangan dan ikhlas dalam pengabdian di jam’iyah Nahdlatul Ulama.

Sebagai informasi, dalam lomba yel-yel, Juara 1 diraih oleh Desa Balonggabus, disusul Juara 2 Desa Durungbedug, Juara 3 Desa Jambangan, dan Juara 4 Desa Bligo, sementara Desa Candi berada di posisi berikutnya.

Sementara itu, pada lomba plating menu sehat, Juara 1 diraih Desa Gelem, Juara 2 Desa Bligo, Juara 3 Desa Ngampelsari, dan Juara 4 Desa Sumorame.

Pelantikan pengurus ranting Fatayat NU se-Kecamatan Candi tersebut dinyatakan sah sesuai PD/PRT organisasi. Para pengurus baru pun diharapkan mampu mengemban amanah dengan penuh dedikasi demi kemajuan organisasi dan kemaslahatan umat. (nas/dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Nahdlatul Ulama #fatayat #nu #Candi #Harlah