RADAR SIDOARJO - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dalam beberapa bulan terakhir memicu meningkatnya insiden pohon tumbang di Kabupaten Sidoarjo. Kondisi tersebut kian menghantui pengguna jalan, terutama di sejumlah ruas jalan protokol.
Tercatat, sedikitnya enam mobil tertimpa pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian materi bagi para pengendara.
Merespons kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo memperkuat langkah antisipasi dengan meningkatkan intensitas perampingan ranting hingga penebangan pohon yang dinilai rawan tumbang. Upaya ini difokuskan pada jalur-jalur dengan tingkat aktivitas lalu lintas tinggi.
Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau DLHK Sidoarjo, Vira Murti Krida Laksmi, menegaskan bahwa penanganan pohon sebenarnya dilakukan secara rutin sepanjang tahun. Namun, saat memasuki musim hujan, intensitas penanganan dan jumlah personel di lapangan ditingkatkan.
“Pemangkasan rutin memang dilakukan, tetapi saat musim hujan intensitas penanganan kami tingkatkan. Saat ini kami menambah jumlah tim agar respons terhadap laporan masyarakat bisa lebih cepat,” ujarnya, Minggu (18/1).
Saat ini, DLHK mengerahkan tiga tim penanganan pohon. Satu tim menangani pekerjaan ringan tanpa menggunakan alat berat, sementara dua tim lainnya dilengkapi skylift serta armada pengangkut. Penambahan tim ini diharapkan dapat mempercepat penanganan pohon-pohon rawan tumbang, khususnya di jalan utama.
Vira menjelaskan, perampingan pohon berukuran besar di sejumlah ruas jalan menjadi prioritas, di antaranya Jalan Mojopahit ke arah utara, Jalan Raya Waru, hingga Jalan Raya Tanggulangin.
Namun demikian, proses penanganan tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa. Faktor keselamatan menjadi perhatian utama, baik bagi petugas maupun pengguna jalan.
“Pohon berukuran besar tidak bisa ditangani dengan cepat. Satu pohon bisa memakan waktu satu hingga dua hari karena kami harus memperhatikan keselamatan, mulai dari keberadaan kabel listrik, bangunan di sekitar lokasi, hingga keamanan petugas,” jelasnya.
DLHK juga terus menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait rimbunnya pepohonan di sejumlah jalan protokol. Namun, pertumbuhan pohon yang lebih cepat selama musim hujan kerap menjadi tantangan tersendiri.
Selain faktor cuaca, DLHK menyoroti perilaku manusia yang berpotensi memperparah risiko pohon tumbang. Masyarakat diimbau tidak membakar sampah di bawah pohon karena dapat merusak akar dan melemahkan struktur pohon.
Untuk mempercepat penanganan kondisi darurat, DLHK memperkuat kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Satpol PP. Setiap laporan masyarakat melalui layanan darurat 112 akan segera ditindaklanjuti oleh tim gabungan.
“Untuk kejadian ringan, BPBD dan Satpol PP dapat melakukan penanganan awal. Namun jika membutuhkan alat berat, tim DLHK akan turun langsung,” pungkasnya.
Sebelumnya, cuaca ekstrem di Sidoarjo telah menyebabkan sejumlah insiden pohon tumbang, mulai dari belasan pohon di kawasan Bandara Internasional Juanda hingga pohon besar yang menimpa mobil di Jalan Mojopahit, Jalan Raya Sidomulyo Krian, serta Jalan Raya Jenggolo Buduran. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista