Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Kasus Super Flu Muncul di Jatim, Ini Tips dari Dinkes Sidoarjo

Diky Putra Sansiri • Minggu, 18 Januari 2026 | 14:23 WIB

 

Tips pencegahan dari Super Flu. (AI/DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
Tips pencegahan dari Super Flu. (AI/DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Kabar munculnya 18 kasus infeksi virus influenza A (H3N2) Subclade K atau yang kerap disebut super flu di Jawa Timur sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Meski demikian, warga diminta tidak panik berlebihan dan lebih fokus pada upaya pencegahan sejak dini.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, menegaskan bahwa super flu pada prinsipnya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus, sehingga dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat dan perilaku bersih.

“Sama seperti penyakit akibat virus lainnya, pencegahan bisa dimulai dari diri sendiri. Yang utama adalah menjaga stamina dan daya tahan tubuh,” ujar dr. Lakhsmie, Minggu (18/1).

Ia menjelaskan, menjaga imunitas tubuh dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan dan minuman bergizi, istirahat yang cukup, serta rutin berolahraga. Selain itu, kebiasaan menjaga kebersihan diri juga menjadi kunci penting untuk mencegah penularan.

“Biasakan mencuci tangan dengan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. Gunakan masker, terutama saat berada di keramaian atau berinteraksi dengan orang yang sedang flu,” jelasnya.

Tak hanya itu, dr. Lakhsmie juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mempertimbangkan vaksinasi influenza sebagai perlindungan tambahan. Ia turut menekankan penerapan etika batuk dan bersin bagi masyarakat yang sedang sakit.

“Jika sedang flu, jangan batuk atau bersin sembarangan. Tutup mulut dan hidung agar tidak menularkan kepada orang lain,” tegasnya.

Sikap serupa disampaikan salah satu warga Kecamatan Krian, Oktaviola. Perempuan berusia 32 tahun itu mengaku sempat cemas saat pertama kali mendengar kabar super flu, namun berusaha mengelola rasa khawatir dengan berpikir positif.

“Awalnya panik, tapi saya mencoba menenangkan diri dan tetap berpikir positif,” ujarnya.

Untuk mencegah penyakit, Oktaviola mengaku rutin menerapkan pola hidup sehat dalam kesehariannya. Mulai dari mengonsumsi vitamin, memperbanyak makan buah, berolahraga, hingga berjemur di pagi hari.

“Intinya menerapkan pola hidup sehat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan masker, baik bagi orang yang sedang sakit maupun yang dalam kondisi sehat.
“Kalau flu wajib pakai masker. Bahkan meski tidak flu, sebaiknya tetap pakai masker untuk pencegahan,” imbuhnya.

Sebagai informasi, super flu merupakan sebutan nonmedis untuk influenza A (H3N2) Subclade K yang tergolong varian baru. Gejalanya mirip flu biasa, seperti demam, sakit kepala, nyeri tenggorokan, dan tubuh terasa lemas, namun umumnya berlangsung lebih lama dan terasa lebih berat.

Berdasarkan laporan resmi, mayoritas kasus super flu di Jawa Timur ditemukan di Kota Malang, sementara satu kasus lainnya dilaporkan berasal dari Kabupaten Pasuruan. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Super Flu #kasus #Jawa Timur #Dinkes #Kesehatan