Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Mediasi Warga-Pemdes Buntu, Polemik Pembangunan Koperasi Merah Putih di Krian Sidoarjo Belum Temui Titik Temu

Diky Putra Sansiri • Selasa, 13 Januari 2026 | 16:37 WIB
BERPOLEMIK: Fondasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di atas Lapangan Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Sidoarjo. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
BERPOLEMIK: Fondasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di atas Lapangan Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Sidoarjo. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Polemik pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di atas Lapangan Desa Sidorejo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, belum menemukan titik terang. Upaya mediasi antara pemerintah desa (pemdes) dan warga yang menolak alih fungsi lapangan desa tersebut berakhir tanpa kesepakatan.

Pertemuan yang digelar pada Senin (12/1) malam berlangsung alot. Warga tetap bersikeras meminta agar lokasi pembangunan dipindahkan, sementara proyek KDMP disebut sudah berjalan dengan progres mencapai sekitar 17 persen.

Kepala Desa Sidorejo, Heri Sucipto, mengatakan pemdes telah berupaya membuka ruang dialog dengan warga yang menyampaikan keberatan. Namun hingga kini, belum ada solusi yang dapat diterima oleh kedua belah pihak.

“Kami sudah mengumpulkan warga yang keberatan untuk mencari solusi bersama, tapi sampai sekarang memang belum ditemukan titik temu,” ujar Heri, Selasa (13/1).

Ia menduga penolakan tersebut muncul akibat miskomunikasi atau kurangnya pemahaman warga sejak tahap awal perencanaan pembangunan. Oleh karena itu, pemdes berencana menggelar pertemuan lanjutan.

“Kemungkinan ada ketidaktahuan atau miskomunikasi di awal, sehingga muncul penolakan. Pertemuan semalam belum menghasilkan keputusan pasti, dan kami akan melanjutkan musyawarah,” jelasnya.

Heri menegaskan, penentuan lokasi pembangunan KDMP telah melalui prosedur resmi. Pemerintah desa, kata dia, telah menggelar musyawarah desa (musdes) sebanyak dua kali sebelum proyek dimulai.

“Kami sudah melaksanakan musdes sebelum pembangunan, mulai dari penjaringan calon lahan hingga penetapan lokasi di Lapangan Sidorejo yang merupakan Tanah Kas Desa (TKD),” tegasnya.

Dalam musdes awal, terdapat tiga alternatif lokasi yang diusulkan, yakni di belakang balai desa, kawasan pedukuhan dekat masjid, serta Lapangan Sidorejo. Setelah musdes lanjutan pada pertengahan November, lokasi Lapangan Sidorejo akhirnya disepakati sebagai tempat pembangunan.

“Dari hasil musdes lanjutan itu, Lapangan Sidorejo ditetapkan sebagai lokasi pembangunan, dan saat ini progresnya sekitar 17 persen,” imbuhnya.

Ia juga memastikan pembangunan KDMP tidak akan menghilangkan fungsi lapangan sepenuhnya. Pemdes berencana melakukan renovasi lanjutan agar fasilitas olahraga tetap dapat dimanfaatkan warga.

“Nantinya warga tetap bisa menikmati lapangan. Akan ada renovasi lanjutan untuk lapangan voli dan bola,” katanya.

Namun, penjelasan tersebut belum dapat diterima warga yang menolak pembangunan. Perwakilan warga Dusun Madubronto, Ardi, menegaskan bahwa masyarakat tetap berharap lokasi KDMP dipindahkan.

“Harapan kami tetap pembangunan dipindah, dan itu sudah kami sampaikan dalam rapat semalam,” ujarnya.

Menurut Ardi, Lapangan Sidorejo sejak awal diperuntukkan sebagai ruang publik dan sarana olahraga warga. Selama ini, lapangan tersebut aktif digunakan untuk sepak bola serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Sidoarjo, Edi Kurniadi, menilai penolakan tersebut hanya datang dari sebagian kecil warga dan dipicu kurangnya pemahaman terhadap program pemerintah.

“Sebagian kecil saja. Artinya ada sekelompok masyarakat yang kurang paham dan memang perlu diberikan penjelasan. Insyaallah tidak ada masalah,” kata Edi, seperti diberitakan sebelumnya.

Seperti diberitakan, penolakan warga ditunjukkan dengan pemasangan spanduk di pintu masuk Lapangan Sidorejo pada Minggu (11/1). Spanduk bertuliskan “#masyarakat peduli desa, kembalikan lapangan Sidorejo seperti semula” itu mencerminkan kekecewaan warga yang merasa tidak dilibatkan dalam rencana pembangunan.

Hingga kini, Lapangan Sidorejo masih aktif digunakan warga, sementara polemik pembangunan KDMP terus bergulir dan menunggu hasil mediasi lanjutan. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Koperasi #warga #Pembangunan #Krian #merah putih