RADAR SIDOARJO - Masa libur sekolah akhir tahun dimanfaatkan ribuan pelajar di Kabupaten Sidoarjo untuk mengurus KTP elektronik (e-KTP). Dampaknya, jumlah perekaman KTP mengalami lonjakan signifikan, dengan rata-rata mencapai 320 orang per hari selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sidoarjo mencatat lonjakan tersebut terjadi pada periode 24 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan hari normal yang rata-rata hanya sekitar 190 pemohon per hari.
Kepala Disdukcapil Sidoarjo, Reddy Kusuma, mengatakan peningkatan perekaman KTP saat libur sekolah didominasi oleh pelajar yang baru memasuki usia wajib KTP.
“Pada hari biasa di bulan Desember, rata-rata perekaman sekitar 190 orang per hari. Namun selama libur Nataru kemarin melonjak hingga 320 orang per hari. Ada kenaikan sekitar 130 permohonan atau sekitar 68,4 persen,” ujar Reddy, Selasa (13/1).
Selama periode libur Nataru, tercatat total 1.601 permohonan perekaman KTP elektronik. Menurut Reddy, para pelajar sengaja memanfaatkan waktu libur sekolah agar tidak mengganggu kegiatan belajar.
“Mayoritas pemohon adalah pelajar yang baru genap berusia 17 tahun. Mereka memanfaatkan libur sekolah untuk mengurus KTP,” jelasnya.
Setelah masa libur berakhir, jumlah pemohon perekaman KTP mulai kembali normal. Dalam dua hari terakhir, rata-rata perekaman berada di kisaran 195 orang per hari.
Untuk mengantisipasi antrean panjang, Disdukcapil Sidoarjo memaksimalkan layanan perekaman di tingkat kecamatan agar tidak terpusat di Mal Pelayanan Publik (MPP).
“Perekaman kini lebih banyak dilakukan di kecamatan untuk mengurangi kepadatan antrean di MPP. Blanko KTP juga sudah kami distribusikan, masing-masing kecamatan menerima sekitar 1.500 keping,” terangnya.
Selain layanan perekaman KTP, Disdukcapil Sidoarjo juga memberikan layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi pelajar. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan capaian IKD sekaligus mempermudah akses layanan administrasi kependudukan ke depan.
“Sekalian kami bantu aktivasi IKD agar ke depan anak-anak lebih mudah mengakses layanan administrasi kependudukan secara digital,” pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista