RADAR SIDOARJO - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui program penanaman dan panen jagung. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan panen raya jagung yang digelar di Desa Kedensari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Kamis (8/1).
Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Jawa Timur Kombes Pol Ari Wibowo menyampaikan, saat ini total lahan yang dikelola Polda Jatim mencapai 220.082,87 hektare. Dari jumlah tersebut, seluas 132.920,34 hektare telah ditanami jagung.
“Lahan itu terdiri atas lahan LBS seluas 154.124,10 hektare, perhutanan sosial 49.215,40 hektare, lahan produktif 16.207,50 hektare, serta lahan pesantren seluas 535,87 hektare. Ini merupakan wujud komitmen Polda Jatim dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” ujar Ari Wibowo.
Ia menjelaskan, hingga 8 Januari 2026, Polda Jatim telah melaksanakan panen raya serentak di 30 titik dengan total luas panen mencapai 319,73 hektare. Khusus di wilayah Kabupaten Sidoarjo, panen dilakukan di lahan seluas 5 hektare yang dikelola kelompok tani setempat.
“Panen di Sidoarjo dilaksanakan secara bertahap di lahan produktif milik masyarakat. Lahan tersebut dikelola oleh 38 petani dengan estimasi hasil panen mencapai enam ton,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing menegaskan bahwa kegiatan panen raya ini mendapat dukungan penuh dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sidoarjo. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari sinergi antara Polri dan masyarakat.
“Kami di Polresta Sidoarjo mendukung penuh program ketahanan pangan ini. Kehadiran Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi penggerak serta pendamping masyarakat di sektor pertanian,” kata Tobing.
Lebih lanjut, Ari Wibowo mengungkapkan bahwa hasil panen jagung dari program tersebut telah disalurkan ke gudang Bulog. Hingga pelaksanaan panen raya kali ini, total jagung yang telah didistribusikan mencapai 7.499,65 ton.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan. Beberapa petani memilih menjual hasil panen ke pihak swasta karena penyerapan Bulog dinilai belum optimal. Selain itu, terdapat daerah penghasil jagung konsumsi yang belum dapat diserap Bulog.
“Ke depan, Polda Jatim akan terus berperan sebagai penggerak di lapangan dan fasilitator utama dengan bersinergi bersama cabang dinas kehutanan serta para pemangku kepentingan daerah. Harapannya, produksi jagung nasional dapat terus meningkat dan berbasis data,” pungkasnya. (sur/vga)
Editor : Vega Dwi Arista