Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Selama Liburan MBG di Sidoarjo Dibagikan Menggunakan Wadah Sekali Pakai, Hari Ini Terakhir

Diky Putra Sansiri • Senin, 29 Desember 2025 | 14:41 WIB

 

ANTUSIAS: Siswa di Sidoarjo terima MBG di hari libur sekolah, Senin (29/12). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
ANTUSIAS: Siswa di Sidoarjo terima MBG di hari libur sekolah, Senin (29/12). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo tetap berjalan meski memasuki masa libur sekolah. Namun, pelaksanaannya dilakukan dengan skema berbeda. Jika pada hari sekolah makanan disajikan menggunakan ompreng, selama liburan MBG dibagikan menggunakan thinwall atau wadah makanan sekali pakai agar mudah dibawa pulang oleh anak-anak.

Kepala Dapur MBG Modong Tulangan, Fitra Mauludfiyah, menjelaskan kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi libur sekolah. Setiap hari, pihaknya menyalurkan sebanyak 138 paket MBG untuk siswa SD Negeri Modong Tulangan.

“Penggunaan thinwall ini hanya kami terapkan selama libur sekolah, supaya anak-anak bisa membawa makanannya ke rumah,” ujar Fitra, Senin (29/12).

Ia menambahkan, menu MBG selama masa liburan juga disesuaikan. Jenis makanan yang dipilih adalah menu yang tidak mudah basi sehingga tetap aman dikonsumsi meski tidak langsung dimakan.

“Menunya kami sesuaikan dengan makanan yang relatif tahan lama. Jadi tetap aman, dengan memperhatikan waktu memasak dan proses pemorsian,” jelasnya.

Fitra juga menyampaikan bahwa pembagian MBG hari tersebut menjadi penutup sebelum program kembali dilanjutkan tahun depan. “Hari ini (kemarin, red) merupakan hari terakhir pembagian MBG. Program akan dimulai kembali pada tahun 2026 sambil menunggu instruksi dari pemerintah pusat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Modong Tulangan, Titik Sulistyowati, menilai pelaksanaan MBG di masa libur sekolah tetap memberikan manfaat besar bagi para siswa.

“Untuk MBG di hari libur ini sangat membantu, karena mayoritas masyarakat di sini berasal dari kalangan menengah ke bawah dan jarang yang pergi berlibur,” katanya.

Menurut Titik, meskipun sekolah libur, pendistribusian MBG tetap diawasi oleh guru. Bahkan, apabila orang tua berhalangan hadir, paket makanan dititipkan melalui tetangga atau teman siswa.

“Program makan sehat ini sangat membantu pemenuhan gizi anak-anak SDN Modong,” tegasnya.

Meski demikian, Titik mengungkapkan adanya tantangan tersendiri, terutama terkait kebiasaan makan anak-anak. Ia menyebut sebagian siswa lebih menyukai mi dibanding nasi, meski menu MBG telah disusun berdasarkan konsep empat sehat lima sempurna.

Terkait menu, ia menilai variasi MBG sudah cukup baik, meskipun masih ada beberapa catatan. “Kadang jeruknya terlalu kecil atau rasanya kecut. Harapannya ke depan tetap sehat, tapi juga nyaman di lidah anak-anak agar tidak mubazir,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari orang tua siswa kelas I, Jannah. Ia menilai program MBG sangat membantu dan disukai anak-anak, meski berharap kualitas terus dijaga.

“Kadang masih ada makanan atau sayur yang kurang matang, tapi secara umum sudah sangat memuaskan. Variasi menunya juga banyak, jadi anak-anak tidak mudah bosan,” katanya.

Jannah mengungkapkan anaknya selalu lahap saat menerima MBG. “Pernah dapat menu kentang ala western, daging iris, sampai spaghetti. Variasinya banyak sekali. Apalagi saat libur sekolah seperti ini, anak-anak malah antusias minta diantar ke sekolah hanya untuk mengambil MBG,” pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Wadah #Mbg #makanan #liburan #Sekolah