Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Waspada Cuaca Ekstrem di Sidoarjo hingga Akhir Desember

Diky Putra Sansiri • Senin, 22 Desember 2025 | 23:55 WIB

 

WASPADA: Hujan lebat mengguyur Sidoarjo. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
WASPADA: Hujan lebat mengguyur Sidoarjo. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Warga Jawa Timur (Jatim) diminta meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Sidoarjo kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi hampir di seluruh wilayah Jatim hingga akhir Desember 2025.

Penguatan kondisi atmosfer seiring masuknya musim hujan diperkirakan memicu berbagai bencana hidrometeorologi, mulai dari hujan lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang dan puting beliung.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Juanda, Taufiq Hermawan mengatakan, intensitas hujan di Jatim mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

“Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur, termasuk Sidoarjo, yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi,” ujar Taufiq, Senin (22/12).

BMKG Juanda mencatat periode 21 Desember hingga 31 Desember 2025 menjadi masa kewaspadaan tinggi terhadap cuaca ekstrem. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk Sidoarjo.

Menurut Taufiq, saat ini seluruh wilayah Jawa Timur telah memasuki musim hujan, bahkan beberapa daerah sudah berada pada fase puncak musim hujan. Dalam 11 hari ke depan, potensi peningkatan cuaca ekstrem diprakirakan akan berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

Ia menjelaskan, kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya monsun Asia serta munculnya bibit siklon tropis 93S di Samudra Hindia selatan Jawa Barat. Meski tidak berdampak langsung, fenomena tersebut memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta peningkatan tinggi gelombang di perairan Jatim.

 “Selain itu, suhu muka laut di Selat Madura yang masih cukup hangat dan kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif, sehingga hujan berpotensi disertai petir dan angin kencang,” jelasnya.

 Berdasarkan analisis angin gradien pada ketinggian 3.000 feet tanggal 20 Desember 2025 pukul 07.00, angin dominan bertiup dari arah barat dengan pola konvergensi. Kecepatan angin di wilayah Jawa Timur tercatat meningkat hingga 27 knot.

 BMKG Juanda mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah bertopografi curam, perbukitan, dan daerah rawan bencana, agar lebih waspada terhadap dampak cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, hingga berkurangnya jarak pandang.

 “Kami mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba dalam beberapa hari ke depan,” tegasnya.

 BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG, termasuk citra radar WOFI. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Cuaca #BMKG #Waspada #ektrem #desember