Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Polusi Serbuk Kayu Ganggu Warga di Pemukiman Kawasan Krian Sidoarjo, Warga Sesak Napas

Diky Putra Sansiri • Kamis, 11 Desember 2025 | 20:58 WIB
CEMARI LINGKUNGAN: Serbuk kayu menempel di barang-barang milik warga di Dusun Parengan, Desa Kraton, Kecamatan Krian.
CEMARI LINGKUNGAN: Serbuk kayu menempel di barang-barang milik warga di Dusun Parengan, Desa Kraton, Kecamatan Krian.

RADAR SIDOARJO - Warga Dusun Parengan, Desa Kraton, Kecamatan Krian, Sidoarjo, dikejutkan oleh fenomena tak biasa. Selama sepekan terakhir, serbuk kayu beterbangan dan menyelimuti pemukiman mereka. Puncaknya terjadi pada Selasa (9/12), ketika butiran halus hingga serpihan kayu berukuran kecil terbawa angin dan masuk ke rumah-rumah warga.

Gangguan itu bukan hanya membuat lingkungan kotor, tetapi juga menimbulkan keluhan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.

“Selasa kemarin itu puncaknya. Bukan cuma serbuk halus, tapi serpihan-serpihan kayu juga ikut terbawa angin sampai masuk ke rumah warga. Semua jadi kotor, napas jadi sesak, mata juga perih kena serbuk kayu,” ujar warga setempat, Nanang, Kamis (11/12).

Menurutnya, selama bertahun-tahun tinggal di wilayah tersebut, baru kali ini mereka mengalami sebaran partikel kayu yang begitu parah. Setiap pagi, permukaan rumah, teras, hingga lantai dipenuhi debu dan serpihan halus.

“Baru pertama kali seperti ini. Udara penuh partikel halus, sampai masuk ke dalam rumah-rumah warga,” tambahnya.

Warga menduga sumber sebaran serbuk kayu berasal dari salah satu pabrik pengolahan kayu di kawasan Bypass Krian. Di area tersebut terdapat dua pabrik yang lokasinya relatif dekat dengan permukiman.

“Di Bypass Krian itu ada dua pabrik kayu. Satunya sekitar 500 meter dari pemukiman, satunya lagi sekitar dua kilometer. Kami tidak bisa pastikan yang mana, soalnya dua pabrik itu tidak ada nama pabriknya,” jelasnya.

Dugaan serupa disampaikan warga lain, Wahyu. Ia mengaku mendapatkan informasi bahwa serbuk kayu tersebut terlempar saat proses produksi berlangsung akibat kerusakan blower sirkulasi.

“Katanya blower sirkulasi pengolahan kayunya itu rusak, makanya serbuknya terbang ke mana-mana terbawa angin. Setelah diperbaiki, mulai pagi tadi sudah tidak ada sebarannya lagi,” ungkapnya.

Meski kondisi sudah membaik, warga tetap berharap pihak pengelola pabrik bergerak cepat melakukan evaluasi dan perawatan alat produksi. Mereka khawatir kejadian serupa kembali terulang dan mengganggu kenyamanan serta kesehatan masyarakat.

“Kami harap pabrik segera mengevaluasi alat produksinya. Jangan sampai polusi begini terulang lagi,” pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#warga #Krian #polusi #Kayu #pemukiman