RADAR SIDOARJO - Lebih dari 10 ribu anak di Kabupaten Sidoarjo tercatat tidak bersekolah. Data tersebut membuat Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno Putri, angkat bicara dan menilai kondisi itu sebagai tanda darurat pendidikan yang harus segera ditangani serius.
“Angka 10.457 Anak Tidak Sekolah ini bukan data biasa. Ini wajah nyata seriusnya persoalan pendidikan di Sidoarjo,” tegas Puti, Selasa (2/12).
Berdasarkan data yang diterimanya, 41 persen dari jumlah tersebut tidak pernah sekolah sama sekali, 34 persen putus sekolah, dan 25 persen tidak melanjutkan pendidikan. Komposisi itu dinilai menunjukkan perlunya langkah cepat agar program Wajib Belajar 13 Tahun tidak sekadar menjadi slogan.
Puti menegaskan, Komisi X DPR RI akan memaksimalkan tiga fungsi utama—legislasi, pengawasan, dan penganggaran untuk memperkuat penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Sidoarjo.
“Kami akan mengawal penuh agar kebijakan dan anggaran pendidikan betul-betul menjangkau anak-anak yang paling rentan ini,” ujarnya.
Salah satu fokus penting adalah memastikan Program Indonesia Pintar (PIP) tepat sasaran. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi anak yang putus sekolah hanya karena kendala ekonomi.
“Dana PIP harus menyentuh anak-anak yang benar-benar membutuhkan,” kata Puti. Ia juga mendorong agar bantuan PIP dapat mengakomodasi seluruh 10.457 ATS sebagai langkah konkret memperkecil kesenjangan akses pendidikan di Sidoarjo.
Dalam paparannya, Puti membeberkan tiga pilar strategi untuk menekan angka ATS, Pendataan Akurat dan Terintegrasi yakni data pendidikan harus tersusun rapi dari tingkat pusat hingga desa agar intervensi bisa tepat sasaran.
Jalur Pendidikan Fleksibel dengan meliputi percepatan program penyetaraan serta fasilitasi agar anak dapat kembali ke sekolah formal atau memperoleh layanan pendidikan alternatif sesuai kondisi mereka.
Dan Kolaborasi Multisektoral yakni, pemerintah daerah, sekolah, masyarakat, hingga dunia usaha diminta berperan aktif memastikan program afirmasi pendidikan berjalan optimal.
“Tidak boleh ada satu pun anak tertinggal dalam mendapatkan pendidikan,” tegas Puti. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista