Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Waspada Cuaca Ekstrem di Sidoarjo hingga 9 Desember

Diky Putra Sansiri • Senin, 1 Desember 2025 | 19:58 WIB

 

ANTISIPASI: Banjir menggenangi Jalan Wisma Tropodo, Kecamatan Waru akibat hujan deras. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
ANTISIPASI: Banjir menggenangi Jalan Wisma Tropodo, Kecamatan Waru akibat hujan deras. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
 

RADAR SIDOARJO - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur (Jatim). Kondisi atmosfer yang menguat diperkirakan memicu berbagai bencana hidrometeorologi hingga Selasa, 9 Desember 2025.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Juanda, Taufik Hermawan, menjelaskan bahwa intensitas hujan di Jatim meningkat signifikan seiring masuknya musim hujan.

“Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur, termasuk Sidoarjo, yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi,” ujarnya, Senin (1/12).

Potensi bencana yang mungkin terjadi meliputi hujan intensitas sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan hujan es di titik tertentu.

BMKG menyebut peringatan ini berlaku untuk seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, termasuk Sidoarjo yang menunjukkan peningkatan aktivitas awan konvektif. Sejumlah fenomena atmosfer memperkuat potensi cuaca ekstrem, seperti gelombang atmosfer Low, Kelvin, dan Rossby yang melintas di Jatim.

Selain itu, suhu muka laut yang masih tinggi di perairan Selat Madura, serta kondisi atmosfer yang labil dan lembap, mendukung pertumbuhan awan hujan berintensitas tinggi disertai petir dan angin kencang.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah perbukitan, tebing, atau daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga di dataran rendah juga diminta siap menghadapi risiko banjir atau genangan.

“Dalam 10 hari ke depan, kondisi atmosfer diprakirakan semakin aktif sehingga berpotensi memicu cuaca ekstrem yang berdampak pada aktivitas masyarakat,” tambah Taufik.

Masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi pohon tumbang, jalan licin, dan berkurangnya jarak pandang yang bisa mengganggu keselamatan berkendara.

BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG, termasuk citra radar WOFI. Berdasarkan analisis terbaru, angin dominan bertiup dari sektor barat daya dan barat, disertai pola divergensi yang terpantau di sejumlah wilayah Jatim. (dik/vga)

 

Editor : Vega Dwi Arista
#Cuaca #BMKG #Waspada #Ekstrem #Hujan #desember