Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Pelebaran Jembatan di Jalan Raya Trosobo Taman Sidoarjo Molor, Pengguna Jalan Mengeluh Kemacetan

Diky Putra Sansiri • Sabtu, 29 November 2025 | 00:00 WIB

 

BELUM KELAR: Proses pelebaran jembatan  di Jalan Raya Trosobo, Kecamatan Taman masih belum selesai hingga saat ini. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
BELUM KELAR: Proses pelebaran jembatan  di Jalan Raya Trosobo, Kecamatan Taman masih belum selesai hingga saat ini. (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
 

RADAR SIDOARJO - Proyek pelebaran jembatan di Jalan Raya Trosobo, Kecamatan Taman, masih belum menunjukkan perkembangan signifikan, meski batas akhir pekerjaan jatuh pada Jumat (28/11). Dampaknya, kemacetan panjang hampir setiap hari tak terhindarkan dan membuat pengguna jalan semakin resah.

Hingga kini, proses pembangunan di lokasi tersebut dinilai tidak konsisten sehingga progres pengerjaan berjalan lambat. Kondisi itu berdampak langsung terhadap pengguna jalan, terutama angkutan umum yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.

Salah satu sopir bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), Mudzakir mengaku sangat terdampak dengan situasi ini.

“Kemacetan di sekitar proyek ini hampir terjadi setiap hari. Kita harus tambah BBM, waktu tempuh semakin lama, dan jelas sangat merugikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, lambatnya penyelesaian proyek membuat perjalanan bus molor dan mengurangi pendapatan harian.

“Penghasilan berkurang karena perjalanan jadi molor. Semua bus rata-rata lewat jalur ini, akibatnya biaya operasional meningkat dan mengurangi setoran pendapatan,” keluhnya.

Kemacetan sepanjang 1,5 kilometer hampir terjadi setiap pagi hingga malam hari. Antrean kendaraan di titik tersebut bahkan bisa mengular hingga satu jam. Keluhan serupa disampaikan Budi, salah satu pengendara yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

“Informasinya tanggal 28 November ini selesai, tapi sampai sekarang belum selesai. Mau sampai kapan?” ujar pria 52 tahun itu.

Ia juga menyoroti minimnya penerangan dan pembatas proyek yang hanya menggunakan tali plastik. Beberapa hari lalu, bahkan terjadi kecelakaan tunggal akibat pengendara motor terjatuh di sekitar area galian.

“Itu sudah bentuk pelanggaran prosedur yang seharusnya menjadi standar wajib dalam pengerjaan konstruksi jalan demi keamanan pengguna jalan,” tegasnya.

Selain lambat, kualitas pengerjaan juga mulai dipertanyakan. Jembatan sisi selatan yang baru rampung beberapa minggu lalu sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Beberapa bagian tepi jembatan terlihat amblas.

Meski begitu, seperti yang dikutip dari berita sebelumnya, mandor proyek, Agung, tetap menegaskan bahwa pekerjaan dilakukan dengan optimal.

Seperti diketahui bersama, jembatan ini awalnya mempunyai lebar dua meter, saat ini dilebarkan menjadi enam meter. Hal ini dilakukan untuk menampung volume kendaraan yang terus meningkat.

Namun pantauan Radar Sidoarjo di lokasi pada Jumat pagi menunjukkan bahwa pekerjaan masih belum selesai. Tahap finishing belum tampak, meski tenggat waktu sudah tiba.

Warga sekitar berharap proses pengerjaan dapat dipercepat. Mereka ingin jalur utama Surabaya–Krian segera kembali normal sehingga kemacetan yang menahun ini bisa segera berakhir. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#pengguna jalan #Taman #Trosobo #Kemacetan #Jembatan