RADAR SIDOARJO - Memasuki musim hujan, TPA Griyo Mulyo, Jabon kebanjiran kiriman sampah sungai. Kenaikan volume sampah sekitar 50 ton per hari.
Padahal, biasanya hanya 550 ton per hari kini meningkat sekitar 600 ton. Hal tersebut terjadi seiring masifnya normalisasi sungai yang membawa tambahan material ke lokasi pembuangan akhir.
Kepala UPT TPA Griyo Mulyo, Hajid Arif Hidayat mengatakan, setiap awal musim hujan volume sampah selalu naik. “Cenderung seperti itu karena dari Dinas PU juga melaksanakan pengangkutan sampah dari sungai,” ucapnya, Senin (17/11).
Sampah hasil normalisasi terdiri dari dua jenis, yakni sedimen dan sampah permukaan. Sedimen biasanya dimanfaatkan untuk penguatan tanggul, sementara sampah permukaan langsung dibawa ke TPA.
“Sampah sungai dan sampah darat tetap kami bedakan pengelolaannya,” jelasnya.
Jenis sampah sungai yang masuk didominasi limbah plastik rumah tangga serta tanaman air seperti kangkung dan eceng gondok. Sesekali TPA juga menerima sampah berukuran besar dari sungai seperti kasur kapuk.
“Biasanya langsung dibawa pemilah karena masih bernilai jual, barang-barang tersebut memang masih bisa diselamatkan sebelum masuk landfill," terangnya.
Data TPA Jabon mencatat lonjakan sampah sungai pada awal musim hujan. Pada awal November volume sampah kiriman itu tercatat mencapai 90,73 ton.
Meski ada tambahan sekitar 50 ton sampah per hari, TPA Jabon memastikan kapasitas landfill masih aman. Sebagian besar sampah kiriman sungai langsung ditimbun karena tidak memungkinkan untuk diolah lebih lanjut.
“Sampai saat ini kapasitas TPA masih mencukupi,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista