Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Polwan Unjuk Ketangguhan, Pasukan Brimob Porong Sidoarjo Siaga Bencana Hidrometeorologi

Diky Putra Sansiri • Sabtu, 15 November 2025 | 04:01 WIB
TANGGUH: Pasukan Polwan Brimob saat beraksi di Kompi 3 Porong, Jumat (14/11). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
TANGGUH: Pasukan Polwan Brimob saat beraksi di Kompi 3 Porong, Jumat (14/11). (DIKY SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Dari lintasan halang rintang hingga medan kontenering yang menantang, para Polwan Brimob menunjukkan aksi memukau dalam acara yang digelar di Markas Sat Brimob Polda Jatim, Batalyon A Pelopor Kompi 3 Porong, Jumat (14/11).

Bukan sekadar unjuk kemampuan, ini menjadi simbol kesiapsiagaan Korps Brimob Polri, terutama dalam menghadapi bencana alam yang intensitasnya meningkat di Jawa Timur (Jatim).

Hal itu diungkapkan oleh Dansatbrimob Polda Jatim Kombes Pol Suryo Sudarmadi. Kesiapan Brimob sebagai garda terdepan penanganan bencana, peran penting Polwan, serta upaya modernisasi peralatan yang terus digalakkan.

Kombes Pol Suryo mengungkapkan, Srikandi Challenge telah menjadi tradisi tahunan untuk mengasah kemampuan Polwan Brimob dari seluruh Indonesia.

“Materinya lengkap, mulai kontenering, halang rintang, penembakan, hingga sniper. Dan semua itu mereka selesaikan dengan sangat baik,” ungkapnya.

Meski jumlah Polwan Brimob Polda Jatim terbatas, hanya enam personel yang tersedia dan empat yang dinilai siap bertanding, aksi mereka tetap mencuri perhatian.

Dua Polwan lain tidak dapat ikut karena faktor usia dan kondisi fisik. Namun keterbatasan itu tidak mengurangi kualitas penampilan para “Srikandi” yang berlaga.

“Kami maksimalkan yang ada. Yang empat ini betul-betul menunjukkan kemampuan terbaiknya,” tambahnya.

Di tengah curah hujan tinggi dan ancaman banjir serta longsor, Brimob Jatim telah lebih dulu menggelar apel kesiapsiagaan bencana. Peralatan lengkap disiagakan untuk mendukung respons cepat.

Kombes Suryo menyebut bahwa pihaknya menyiapkan, tiga unit dapur lapangan, water treatment, peralatan SAR darat dan air, satu peleton siaga (30 personel) di setiap dari 14 Kompi Pelopor.

“Pengalaman saya saat bertugas di Ponorogo, daerah rawan longsor seperti Banaran bisa sewaktu-waktu terjadi lagi. Karena itu, semua personel sudah kami tempatkan di titik-titik potensi bencana,” jelasnya.

Kecepatan Brimob dalam merespons bencana sebelumnya, mulai erupsi Semeru, banjir, hingga longsor dalam Operasi Nusa II, menjadi bukti nyata efektivitas pasukan elite ini.

“Harapan kami, Brimob semakin dicintai masyarakat dan semakin sedikit pelanggaran yang terjadi,” tuturnya.

Selain itu, peran Brimob dalam Operasi Nusa III dan berbagai operasi kemanusiaan dianggap penting dalam menjaga stabilitas Jawa Timur. Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang juga menyoroti tantangan ke depan, seperti dinamika keamanan pasca pemilu, ancaman terorisme, radikalisme, serta potensi bencana alam.

“Koordinasi dengan TNI, BMKG, dan BNPB harus semakin kuat. Brimob harus selalu siap di lini terdepan,” ujarnya.

Kapolda menekankan pentingnya peningkatan kemampuan dan modernisasi peralatan Brimob, khususnya untuk penanganan teror, penjinakan bom, operasi SAR, peralatan tempur dan mobilitas taktis

“Loyalitas tetap tegak lurus. Integritas adalah pondasi utama yang tidak dapat digoyahkan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya etika bermedia sosial serta menghindari sikap arogan yang dapat mencederai kepercayaan publik. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Porong #brimob #polwan #Bencana #Hidrometeorologi