RADAR SIDOARJO - Kawasan Jalan Raya Tropodo, Berbek, hingga Pondok Candra, Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo, macet, Kamis (6/11) siang. Kendaraan yang melintasi jalur tersebut tak bisa bergerak.
Imbasnya masyarakat yang hendak beraktivitas harus merasakan kemacetan di beberapa titik tersebut. Para pengendara diimbau untuk mencari jalur alternatif sementara, untuk menghindari kemacetan ini.
Kemacetan diperparah dengan adanya pengendara yang saling serobot dan tak mau mengalah, sehingga menyebabkan kemacetan semakin meluas. Merembet hingga di seluruh ruas Jalan Raya Tropodo, Berbek hingga mengarah ke Wadungasri, Waru, Sidoarjo.
"Macetnya sudah sampai Pondok Candra (Pocan). Tidak bisa jalan sama sekali, saya masuk ke gang-gang dari arah Berbek," kata pengendara motor, Ridho, Kamis (6/11).
Ekor kemacetan meluas hingga ke arah utara, Wadungasri. Karena itu, ia mengimbau para pengendara lainnya untuk menghindar sementara titik-titik kemacetan tersebut.
"Perempatan Wadungasri arah Tropodo macet total. Sepeda motor banyak yang lewat gang-gang untuk mengindari kemacetan," kata pria 31 tersebut.
Menanggapi hal itu, Kanit Lantas Polsek Waru Iptu Heri Hudiyanto mengungkap penyebab kemacetan yang terjadi di kawasan Jalan Raya Tropodo, Waru siang ini. Penyebabnya gegara dump truk as patah.
"Dump truk as patah di perempatan Jalan Raya Tropodo arah Tambaksawah," ujar Iptu Heri ke Radar Sidoarjo.
Kejadian bermula saat dump truk melaju dari arah utara hendak belok ke kiri menuju Jalan Industri Tambaksawah. Setibanya di lokasi, as truk tersebut patah. Truk kemudian berhenti di tengah jalan.
Menurutnya, sejumlah anggota Unit Lantas Polsek Waru sudah berada di TKP untuk mengatur arus lalu lintas serta menunggu mekanik untuk memperbaiki dump truk tersebut.
"Anggota sudah di TKP untuk mengatur arus lalu lintas," tegasnya.
Diketahui, kemacetan tersebut terjadi sejak pukul 09.15, imbas dari truk as patah. Proses perbaikan saat ini masih dilakukan oleh mekanik.
"Bagi pengendara yang mau melewati Jalan Industri Tambaksawah untuk sementara bisa mencari jalan alternatif lain," pungkasnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista