RADAR SIDOARJO - Jumlah rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo terus bertambah dari tahun ke tahun. Namun, sebarannya hingga kini masih belum merata di seluruh wilayah.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo, dr. Danang Abdul Ghani, mengatakan saat ini terdapat 32 rumah sakit yang beroperasi di Kota Delta. Jumlah tersebut mencakup rumah sakit milik pemerintah maupun swasta.
“Tahun ini rencananya akan bertambah satu lagi, yaitu RS Mitra Keluarga Sidoarjo yang masih dalam proses perizinan,” ujarnya, Senin (27/10).
Meski begitu, pemerataan fasilitas kesehatan tingkat rumah sakit belum sepenuhnya tercapai. Beberapa wilayah seperti Kecamatan Jabon, Tanggulangin, dan Buduran hingga kini belum memiliki rumah sakit.
“Masih ada kecamatan yang belum terjangkau layanan rumah sakit, sehingga masyarakat di wilayah tersebut harus ke daerah sekitar untuk mendapatkan pelayanan,” jelasnya.
Danang menambahkan, jika dilihat dari rasio jumlah tempat tidur terhadap jumlah penduduk, Sidoarjo sebenarnya sudah memenuhi standar nasional. Berdasarkan pedoman Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), setiap seribu penduduk seharusnya tersedia satu tempat tidur di rumah sakit.
“Kalau dari sisi rasio itu, jumlah tempat tidur di Sidoarjo sudah mencukupi. Artinya, dari kebutuhan fasilitas rawat inap, Sidoarjo masih tergolong aman,” terangnya.
Meski secara kuantitas belum mendesak, Dinkes tetap membuka peluang bagi investor yang ingin membangun rumah sakit baru di Sidoarjo. Hanya saja, diharapkan pembangunan diarahkan pada layanan kesehatan spesialis.
“Kalau ada pihak yang ingin membangun rumah sakit, sebaiknya fokus pada layanan khusus, seperti rumah sakit stroke, jantung, cardiac center, atau kemoterapi kanker,” tuturnya.
Menurut Danang, kehadiran rumah sakit dengan layanan spesialis akan sangat membantu masyarakat. “Tujuannya agar pasien tidak perlu lagi dirujuk ke Surabaya untuk mendapatkan layanan spesialis. Jadi, pelayanannya bisa terpenuhi di daerah sendiri,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista