RADAR SIDOARJO – Kasus HIV di Kabupaten Sidoarjo masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes). Hingga Agustus 2025, tercatat sebanyak 6.681 orang dengan HIV (ODHIV) ditemukan melalui layanan kesehatan di seluruh wilayah Kota Delta.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sidoarjo, dr. Djoko Setijono, mengatakan bahwa sepanjang Januari hingga Agustus 2025, terdapat 418 kasus baru yang terdeteksi. Pemerintah terus berupaya menekan angka tersebut melalui skrining rutin terhadap populasi berisiko tinggi.
“Setiap tahun kami memperluas jangkauan layanan terkait HIV. Kabupaten Sidoarjo menyediakan layanan komprehensif mulai dari pencegahan, pemeriksaan, hingga pengobatan,” ujarnya, Selasa (14/10).
Djoko menjelaskan, penanggulangan HIV di Sidoarjo melibatkan berbagai pihak, mulai dari sektor swasta, lembaga swadaya masyarakat (LSM), hingga layanan kesehatan swasta.
Dalam bidang pencegahan, Dinkes Sidoarjo gencar melakukan sosialisasi HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS) ke sekolah-sekolah tingkat SMP hingga SMA. Selain itu, pemerintah juga memperkuat peran klinik komunitas agar lebih mudah diakses oleh kelompok berisiko.
“Selain membuka pos layanan HIV di luar jam kerja puskesmas, kami juga mengadakan layanan tes HIV mobile, serta menyediakan PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis), kondom, dan pelicin bagi kelompok berisiko,” terang Djoko.
Lebih lanjut, pihaknya terus mengampanyekan konsep ‘treatment as prevention’ atau pengobatan sebagai bentuk pencegahan penularan HIV. Upaya ini dilakukan dengan menggandeng berbagai komunitas dan organisasi lokal.
“Beberapa di antaranya seperti Yayasan Orbit, PKBI Jawa Timur, dan Delta Crisis Center, yang membantu menjangkau kelompok masyarakat yang belum mengakses layanan HIV agar penanganan bisa lebih menyeluruh,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista