RADAR SIDOARJO - Ratusan petugas TNI-Polri tampak berjibaku tanpa henti mengangkat puing-puing beton dan besi di lokasi reruntuhan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Sabtu (4/10).
Dengan penuh kehati-hatian, mereka bergantian membersihkan material bangunan menggunakan alat berat maupun tenaga manual demi mempercepat pencarian korban yang masih tertimbun.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing menegaskan, pihaknya telah menurunkan 208 personel untuk mendukung penuh proses evakuasi.
"Anggota sudah kita plotting untuk membantu mempercepat evakuasi. Kami semua berupaya semaksimal mungkin agar tahap pengangkatan puing material dapat berjalan cepat dan aman. Namun tetap prioritasnya adalah kemanusiaan dan keselamatan lainnya," ujarnya.
Material yang berhasil diangkat langsung diangkut ke dalam truk, sementara di sisi lain, tim SAR gabungan terus menyisir tumpukan reruntuhan dengan teliti.
Hingga Jumat (3/10) malam, telah tercatat tim SAR gabungan berhasil menemukan sembilan jenazah santri dari balik timbunan bangunan yang ambruk.
Sementara itu, proses identifikasi korban dilakukan secara intensif oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast bersama Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol Mohammad Khusnan Marzuki menyebutkan, sembilan kantong jenazah yang diterima pada Jumat (3/10) malam sudah masuk tahap identifikasi.
Dari jumlah tersebut, lima di antaranya telah telah melalui tahap identifikasi meski masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.
Dengan kerja keras yang melibatkan ratusan personel TNI, Polri, Basarnas, hingga relawan, harapan besar tetap menggantung agar seluruh korban dapat segera ditemukan dan diidentifikasi. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista