RADAR SIDOARJO - Raut wajah cemas tak bisa disembunyikan Lutfi Andik, warga Surabaya, saat menunggu kabar keberadaan anaknya, Azam Habibi, santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Hingga hari kelima pencarian, Jumat (3/10), ia belum juga mendapat kepastian.
“Saya sudah tanya ke pihak pondok, katanya anak saya sudah pulang. Tapi setelah saya cari ke posko dan rumah sakit, sampai hari ini belum ada kepastian,” tutur Lutfi.
Sementara itu, Tim SAR gabungan pada hari kelima berhasil mengevakuasi empat santri dari balik reruntuhan bangunan musala tiga lantai yang ambruk. Proses pembersihan puing dipusatkan di sisi utara bangunan yang dinilai relatif lebih aman untuk diangkat menggunakan alat berat.
Namun, kabar evakuasi tersebut belum memberi jawaban bagi Lutfi. “Saya hanya ingin kepastian, di mana anak saya sekarang. Mudah-mudahan segera ditemukan,” ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, total empat korban telah berhasil dievakuasi. Sekitar 55 santri lainnya masih dalam pencarian. Suasana haru terus menyelimuti area evakuasi, di mana puluhan orang tua santri berkumpul sambil berdoa dan berharap putra-putri mereka segera ditemukan.
Sejumlah ambulans juga terus disiagakan di sekitar lokasi untuk mempercepat penanganan jika korban tambahan kembali ditemukan. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista