RADAR SIDOARJO - Proses pencarian korban ambruknya musala tiga lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, kembali membuahkan hasil.
Hingga Rabu (1/10) petang, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi empat korban dari balik reruntuhan.
Namun, duka mendalam kembali menyelimuti keluarga pesantren. Dari empat korban tersebut, satu santri dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga lainnya berhasil keluar dengan kondisi selamat meski mengalami luka.
Salah satu relawan yang terlibat dalam proses evakuasi menuturkan betapa sulitnya mengevakuasi korban karena kondisi reruntuhan yang menumpuk dan akses yang terbatas.
“Petang ini ada empat korban yang berhasil kami keluarkan. Satu meninggal dunia dan tiga lainnya selamat. Semuanya dievakuasi secara bergantian, korban terakhir baru bisa kami keluarkan sekitar pukul 19.30,” ujar seorang relawan kepada Radar Sidoarjo.
Ia menambahkan, kondisi korban selamat saat ditemukan cukup lemah karena terlalu lama terjebak di bawah puing-puing bangunan.
“Alhamdulillah mereka masih bisa diselamatkan, meski dalam keadaan lemas dan mengalami luka,” imbuhnya.
Para korban segera mendapatkan penanganan medis. Tiga santri selamat langsung dibawa ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo, sementara korban meninggal dirujuk ke Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo.
Adapun identitas ketiga korban selamat adalah:
1. Syehlendra Haical, 13, asal Dusun Krajan, Kabupaten Probolinggo – mengalami luka sedang.
2. Muchammad Wahyudi, 13, asal Kapas Lor, Surabaya – mengalami luka sedang.
3. Alfatih Cakra Buana, 14, asal Bangkalan – mengalami lecet-lecet di punggung dan pantat.
Sementara itu, Tim SAR gabungan bersama relawan terus berupaya keras mencari puluhan santri lain yang diduga masih tertimbun reruntuhan. Hingga berita ini diturunkan, tercatat sudah enam santri berhasil dievakuasi, dengan 60 santri lainnya masih dalam pencarian.
Di sekitar lokasi, beberapa ambulans telah disiagakan untuk mempercepat proses evakuasi jika korban tambahan berhasil ditemukan.
Harapan keluarga korban pun masih bergantung pada upaya penyelamatan yang berlangsung hingga malam hari. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista