RADAR SIDOARJO - Pemkab Sidoarjo mulai menggelar operasi pasar beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Kegiatan ini dilakukan di tiap-tiap desa maupun kelurahan secara bergantian. Setiap hari pemkab menurunkan 36 ton beras ke 24 desa atau kelurahan. Penjualan dilakukan dalam dua tahap agar lebih merata.
Kepala Disperindag Sidoarjo, Widiyantoro Basuki mengatakan, operasi pasar berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00. Pemerintah desa diminta menyiapkan lokasi penjualan dan membantu sosialisasi kepada warga.
“Targetnya beras yang kami bawa harus habis terjual di lokasi,” ucapnya, Kamis (18/9).
Pada tahap pertama, pemkab hanya menyalurkan 1,5 ton beras atau sekitar 300 kemasan lima kilogram. Selanjutnya, total jatah per desa mencapai tiga ton. "Total ada tiga ton per desa, ini akan berlangsung hingga akhit september," katanya.
Harga beras SPHP dipatok Rp 55 ribu per sak isi lima kilogram. Angka itu lebih murah dibanding harga pasaran yang mencapai Rp 60 ribu. Penjualan juga tetap digelar pada akhir pekan yaitu pada Sabtu (20/9) maupun Minggu (21/9).
Widiyantoro menambahkan, pemkab menargetkan 6.750 ton beras SPHP tersalurkan ke masyarakat. Saat ini baru 1.592 ton yang terealisasi.
Masih ada sekitar 5.158 ton beras yang siap digelontor. "Stok tersebut kami pastikan aman hingga akhir program," pungkasnya. (sai/gun)
Editor : Guntur Irianto