RADAR SIDOARJO - Kekeringan mulai terasa di sejumlah daerah seiring masuknya musim kemarau. Pemprov Jatim menyiapkan langkah antisipasi agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. Ini disampaikan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pasar murah di Gedangan, Sidoarjo.
Gubernur Khofifah mengatakan, penyediaan sumur bor, pipanisasi hingga pengiriman air dengan tangki terus dilakukan. Menurutnya, kebutuhan air di beberapa wilayah meningkat signifikan dibanding sebelumnya.
“Sumur bor kita terus berjalan, pipanisasi juga berjalan, kemudian pengiriman air dengan tangki juga berjalan,” ucapnya saat ditemui Radar Sidoarjo usai pasar murah di Gedangan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penghijauan untuk menjaga ketersediaan sumber air. Salah satunya melalui program penanaman pohon yang dilakukan bersama TNI AU dan Perhutani.
"Budaya menanam harus melekat di masyarakat, dengan kebersamaan, kelestarian alam Jawa Timur diyakini bisa terjaga," jelasnya.
Dia juga menyoroti program penanaman mangrove di wilayah pesisir yang dinilai berhasil. Saat ini Jawa Timur tercatat memiliki 51 persen luas taman mangrove nasional.
Menurutnya, capaian itu tak lepas dari partisipasi masyarakat. “Kalau sampean lihat mangrove di mana-mana, itu hasil kepesertaan semua elemen di Jawa Timur,” pungkasnya. (sai/gun)
Editor : Guntur Irianto