RADAR SIDOARJO - Pemerintah pusat bersama Pemkab Sidoarjo menggelar sosialisasi penyusunan proposal bisnis dan pembiayaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kegiatan berlangsung di Pendapa Delta Wibawa, Selasa (9/9), diikuti oleh 70 koperasi.
Dari jumlah tersebut, 49 koperasi berasal dari Sidoarjo, sedangkan sisanya dari Malang dan Tuban.
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengajarkan pengurus koperasi cara menyusun rencana bisnis serta mengajukan pinjaman ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
“Ini contoh pertama. Nantinya, serentak di seluruh Indonesia ada 16 ribu koperasi desa mandiri,” ujarnya.
Menurut Kartika, mulai akhir September sudah ditargetkan ada koperasi yang dapat mencairkan pinjaman secara bertahap. Sementara pada Oktober, pengajuan pembiayaan diharapkan bisa lebih masif.
“Pembiayaan maksimal Rp 3 miliar, namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan, mulai modal LPG, pupuk, beras, hingga renovasi gudang atau pembelian truk. Semua dihitung berdasarkan kebutuhan dan kemampuan bayar masing-masing,” jelasnya.
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, menegaskan pentingnya program koperasi Merah Putih untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Semoga koperasi Merah Putih bisa berjalan maksimal dan memberi manfaat bagi masyarakat menengah ke bawah,” katanya.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo, Edi Kurniadi, menambahkan bahwa saat ini terdapat tujuh koperasi Merah Putih yang sudah operasional. Sisanya masih dalam tahap persiapan karena terkendala permodalan dan pelatihan.
“Kita mulai memberikan pelatihan, termasuk cara mengakses modal,” ungkapnya.
Edi menuturkan, pengajuan pinjaman dilakukan ke BRI, sementara Telkom, PLN, maupun Bulog bersifat kemitraan.
“Kami akan terus mendampingi agar koperasi bisa berkembang dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista