Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Tekan AKI, AKB, dan Stunting, Bupati Sidoarjo Naikkan Honor Kader Kesehatan 100 Persen

Vega Dwi Arista • Jumat, 8 Agustus 2025 | 23:24 WIB
GARDA TERDEPAN: Bupati Sidoarjo Subandi saat memberikan honor kepada kader kesehatan.
GARDA TERDEPAN: Bupati Sidoarjo Subandi saat memberikan honor kepada kader kesehatan.

RADAR SIDOARJO - Dalam upaya menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Sidoarjo, Bupati Subandi mengambil langkah strategis dengan menaikkan honor kader kesehatan desa sebesar  100 persen.

Kebijakan ini menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo atas dedikasi para kader yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

 “Kader kesehatan hadir langsung di tengah masyarakat, memberikan edukasi, pendampingan, hingga tindakan awal. Maka, untuk meningkatkan semangat dan kesejahteraan mereka, honor kader kami naikkan dari Rp 50.000 menjadi Rp 100.000 per bulan,” ujar Bupati Subandi.

Bupati Subandi menegaskan pentingnya peran kader dalam menyukseskan program Germas di Sidoarjo. Mulai dari edukasi pola hidup bersih dan sehat, kampanye konsumsi buah dan sayur, pemeriksaan kesehatan rutin, hingga penyuluhan anti rokok dan alkohol.

Tak hanya peningkatan honor, Pemkab Sidoarjo juga memberikan perlindungan melalui  BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh kader posyandu.

“Kita juga libatkan lintas sektor agar Germas berjalan maksimal. Tidak hanya edukasi hidup sehat, tapi juga peningkatan layanan kesehatan, termasuk percepatan cakupan  Universal Health Coverage (UHC) dari 78 persen menjadi 98 persen. Harapannya, cukup dengan menunjukkan KTP, warga bisa langsung mendapat pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Kegiatan Germas kali ini diikuti 150 kader kesehatan dan petugas puskesmas dari berbagai desa dan kelurahan se-Kabupaten Sidoarjo. Dengan tema  “Kader Tangguh untuk Ibu dan Balita Sehat", para peserta mendapatkan pelatihan teknis terkait pemantauan ibu hamil, balita, penanganan gizi buruk, hingga penyuluhan  Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmi Herawati Yuwantina , menyatakan bahwa peningkatan honorarium sekaligus penguatan kapasitas kader sangat penting untuk mendukung penurunan AKI, AKB, dan stunting secara berkelanjutan.

 “Honor yang naik ini tentu menjadi motivasi. Tapi lebih dari itu, keterampilan teknis yang diberikan sangat penting agar para kader siap menghadapi berbagai tantangan kesehatan di lingkungan mereka,” ungkap dr. Lakhsmi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, AKI meningkat dari  46,12 menjadi 82,56 per 100.000 kelahiran hidup (2024). AKB naik dari 3,15 menjadi 5,9 per 1.000 kelahiran hidup. Prevalensi stunting balita berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 tercatat sebesar 8,4 persen. (sai/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Subandi #kader kesehatan #Honor #AKB #Bupati #aki