RADAR SIDOARJO - Sejumlah seniman Kota Delta menyampaikan aspirasinya kepada DPRD Sidoarjo, Selasa (22/7). Mereka menyoroti kurangnya perhatian pemerintah terhadap pelaku seni dan budaya di Sidoarjo.
Koordinator Barisan Pejuang Kebudayaan Bangsa, Bambang, mengungkapkan bahwa Sidoarjo hingga saat ini belum memiliki gedung kesenian yang memadai. Bahkan, mereka merasa tertinggal jika dibandingkan dengan daerah tetangga seperti Mojokerto dan Pasuruan.
“Jalanan sudah seperti tempat untuk berkreasi bagi kami, karena kami tidak memiliki gedung kesenian yang layak,” ungkapnya.
Selain masalah fasilitas, para seniman juga mengeluhkan sulitnya mengurus legalitas kelompok seni. Banyak komunitas kesenian rakyat yang belum memiliki nomor induk resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud).
Mereka juga menuntut adanya jaminan sosial berupa BPJS bagi pelaku seni. Pasalnya, tak sedikit seniman yang kesulitan saat sakit karena tidak memiliki perlindungan kesehatan.
“Kami juga meminta agar kesenian Sidoarjo diprioritaskan dalam agenda pemerintah daerah. Jangan sampai ada kelompok kesenian yang terpaksa menjual alat kesenian hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup,” tambah Bambang.
Lebih lanjut, mereka meminta dibentuk lembaga adat khusus untuk kebudayaan, seperti Wali Adat Jenggolo, yang dapat menampung suara pelaku seni dan menjaga kelestarian situs budaya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Bangun Winarso, menyatakan siap menindaklanjuti tuntutan tersebut. Ia mengatakan bahwa beberapa permintaan bisa segera dikoordinasikan dengan dinas terkait.
Untuk pengurusan nomor induk, pihaknya akan menghubungkan langsung dengan Dispendikbud. Sementara itu, untuk masalah BPJS, pihaknya akan membantu melalui rekomendasi Dinas Sosial, asalkan memenuhi persyaratan yang ada.
Baca Juga: Perlu Wadah Bersama, Agar Seniman Terus Berkarya
“Kami menerima aspirasi dari teman-teman seniman dan akan berusaha membantu sebaik mungkin,” ujarnya.
Bangun juga setuju agar kesenian lokal mendapat perhatian lebih dalam program pemerintah kabupaten. Ia mendukung usulan agar agenda kesenian lebih bervariasi dan lebih banyak melibatkan pelaku seni dari Sidoarjo.
“Kami akan terus memperjuangkan aspirasi ini, khususnya terkait legalitas dan jaminan sosial bagi pelaku seni. Jangan sampai kesenian tradisional di Sidoarjo justru punah karena kurangnya perhatian,” tegasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista