RADAR SIDOARJO - Jumlah siswa baru di SDN Banjarasri, Kecamatan Tanggulangin, tahun ini hanya delapan orang. Minimnya pendaftar ini diduga kuat dipengaruhi oleh kondisi sekolah yang kerap tergenang banjir saat musim hujan.
Banyak orang tua memilih mendaftarkan anak mereka ke sekolah swasta yang dinilai lebih aman dan nyaman. Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan sekolah negeri akan semakin kehilangan peminat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo, Tirto Adi, menanggapi persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa mutu pendidikan sangat bergantung pada kepemimpinan kepala sekolah.
“Mutu pendidikan ditentukan oleh kepala sekolah. Inovasi dan kreativitas guru juga penting, tentunya didukung dengan fasilitas yang memadai,” ujar Tirto, Kamis (17/7).
Untuk mengatasi persoalan banjir dan fasilitas rusak, pihaknya telah mengambil sejumlah langkah. Salah satunya adalah peninggian bangunan sekolah dan pembangunan ruang kelas baru (RKB).
“Tahun ini saja kami menganggarkan lebih dari Rp 100 miliar untuk program rehabilitasi dan pembangunan RKB,” jelasnya.
Dari total anggaran sebesar Rp 109,6 miliar tersebut, sebanyak 144 titik sekolah akan menerima alokasi. Rinciannya, 108 titik untuk jenjang SD negeri dan 35 titik untuk SMP negeri.
Tirto memastikan bahwa SDN Banjarasri akan masuk dalam daftar sekolah yang akan ditinggikan bangunannya, guna mengatasi banjir yang selama ini menjadi persoalan utama.
Namun, ia juga menyoroti tantangan lain yang dihadapi sekolah negeri di wilayah tersebut. Banyak lulusan TK dan RA lebih memilih melanjutkan ke SD atau MI swasta.
“Sekolah negeri di sana harus meningkatkan mutu dan melakukan branding. Harus ada kekhasan yang ditonjolkan agar kembali diminati masyarakat,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista