Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Diproyeksikan Sebagai Kepala Dapur MBG, Ratusan SPPI Dididik Ala Militer di Markas Brigif 2 Marinir Gedangan Sidoarjo

Diky Putra Sansiri • Senin, 7 Juli 2025 | 16:12 WIB
TEGAS : Dosen tetap UNHAN RI, Brigjen TNI Edi Sutjipto (kacamata hitam) didampingi oleh Dan Brigif 2 Marinir, Kolonel Marinir Daniel Tarigan di Gedangan,Sidoarjo. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)
TEGAS : Dosen tetap UNHAN RI, Brigjen TNI Edi Sutjipto (kacamata hitam) didampingi oleh Dan Brigif 2 Marinir, Kolonel Marinir Daniel Tarigan di Gedangan,Sidoarjo. (DIKY PUTRA SANSIRI/RADAR SIDOARJO)

RADAR SIDOARJO - Ratusan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tengah menjalani pelatihan intensif ala militer di Markas Brigif 2 Marinir, Gedangan, Sidoarjo. Mereka dipersiapkan menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pelatihan yang berlangsung selama tiga bulan sejak 12 April hingga 12 Juli 2025 ini tak hanya mengajarkan dasar-dasar kemiliteran, tetapi juga materi manajemen, pelayanan, hingga pengelolaan dapur dan pertanian. Sebanyak 398 siswa SPPI batch 3 tahun 2025 digembleng keras agar siap terjun ke lapangan sebagai kepala dapur yang akan ditempatkan di seluruh Indonesia.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (6/7), Dosen tetap Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Brigjen TNI Edi Sutjipto didampingi oleh Komandan Brigif 2 Marinir, Kolonel Marinir Daniel Tarigan melakukan pengawasan dan pembinaan.

Dosen tetap Universitas Pertahanan RI, Brigjen TNI Edi Sutjipto menegaskan, pelatihan ini dirancang untuk menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab tinggi terhadap penyediaan pangan yang layak dan bergizi.

“Program ini bukan sekadar mencetak kepala dapur. Tapi mereka juga harus tahu bagaimana sulitnya masyarakat menghasilkan bahan makanan," tegas Brigjen Edi saat melakukan pengawasan di lokasi, Minggu (6/7).

Jadi, menurutnya, mereka akan mempunyai rasa kepemilikan dan tanggung jawab yang besar terhadap makanan yang disiapkan untuk siswa, ibu hamil, hingga lansia.

Dalam sesi kunjungannya, Brigjen Edi menyaksikan langsung praktik pertanian hortikultura dan penanaman padi yang dilakukan para siswa SPPI di lahan pelatihan Brigif 2 Marinir. Ia menyebut antusiasme para peserta sangat tinggi dalam menyerap dan mempraktikkan setiap materi.

“Beberapa waktu lalu mereka juga telah dilatih membuat pupuk organik. Ini penting, karena seorang kepala dapur tidak hanya tahu masak, tapi juga peduli dengan proses dari hulu ke hilir,” tambahnya.

Pelatihan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Universitas Pertahanan RI, Kementerian Pertahanan, dan Badan Gizi Nasional (BGN). Para lulusan nantinya akan diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di BGN dan ditugaskan untuk mengelola dapur MBG di seluruh wilayah Indonesia.

Brigjen Edi juga mengapresiasi fasilitas dan dukungan yang diberikan Brigif 2 Marinir dalam pelatihan ini, meski masih ada kebutuhan alat pertanian yang perlu dilengkapi. Ia optimis lulusan SPPI dari Satdik (Satuan Pendidikan) ini siap langsung diterjunkan ke lapangan.

“Saya nyatakan, lulusan dari Satdik Marinir II ini sudah layak untuk langsung diaplikasikan di lapangan menjadi kepala dapur,” pungkasnya.

Program SPPI ke depan akan terus berlanjut sebagai bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam menyiapkan generasi emas 2045 melalui penguatan gizi, kemandirian pangan, dan pemberdayaan masyarakat desa. (dik/gun)

Editor : Guntur Irianto
#Marinir #gedangan sidoarjo #2025 #Makan Bergizi Gratis #dapur #markas #Pelatihan #Universitas Pertahanan Republik Indonesia #Mbg #Brigif 2 Marinir #Unhan Indonesia #unhan