Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Bambang Haryo Soekartono Serap Aspirasi Nelayan di Pasar Ikan Sidoarjo, Bantu Mesin Perahu dan Dorong Pusat Industri Ikan yang Modern

Diky Putra Sansiri • Sabtu, 14 Juni 2025 | 02:35 WIB

BANTU NELAYAN: BHS saat mengunjungi pasar ikan dan bertemu dengan para nelayan di sana, Jumat (13/6). (RUDI/RADAR SIDOARJO)
BANTU NELAYAN: BHS saat mengunjungi pasar ikan dan bertemu dengan para nelayan di sana, Jumat (13/6). (RUDI/RADAR SIDOARJO)
 

RADAR SIDOARJO - Kepedulian terhadap nasib para nelayan ditunjukkan langsung oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), saat melakukan kunjungan kerja ke Depo Pemasaran Ikan di Jalan Lingkar Timur, Sidoarjo, Jumat (13/6).

Dalam kesempatan itu, BHS tidak hanya menyerap aspirasi, tapi juga memberikan bantuan nyata berupa dua unit mesin perahu untuk mendukung produktivitas nelayan.

"Saya prihatin melihat banyak mesin perahu nelayan yang sudah waktunya peremajaan. Maka saya bantu dua mesin perahu sebagai bentuk dukungan nyata agar mereka bisa melaut dengan aman dan nyaman," tegas BHS.

Kunjungan ini sekaligus menjadi ajang dialog antara BHS dan para nelayan. Dalam suasana santai sembari makan bersama hasil tangkapan laut hari itu, BHS mendengarkan berbagai keluhan, termasuk soal sarana pelabuhan, fasilitas pasar ikan, hingga pengelolaan depo ikan yang dinilai kurang maksimal.

"Depo ini potensinya besar sekali. Ada tempat pelelangan ikan, dermaga kapal ikan, ini seharusnya jadi pusat industri perikanan yang membanggakan. Tapi kalau kumuh, becek, pencahayaan kurang, bagaimana mau menarik minat pengunjung?" ujar politisi Partai Gerindra yang juga menjabat sebagai Dewan Pakar DPP tersebut.

BHS pun menekankan bahwa sektor perikanan memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar terhadap perekonomian daerah. Ia mencontohkan bagaimana ikan yang ditangkap nelayan bisa menggerakkan banyak sektor lainnya.

"Begitu ikan sampai ke pasar, lalu ke restoran, nilai jualnya berlipat. Dan saat orang makan ikan, pasti makan nasi, sayur, sambal. Artinya ekonomi ikut berputar," jelasnya.

Menurut BHS, sekitar 60 persen pelaku UMKM di Indonesia bergerak di bidang pangan. Oleh karena itu, ia mendorong agar pasar ikan dikelola kembali di bawah Unit Pelaksana Teknis (UPT) seperti sebelumnya agar lebih terstruktur dan mendapat alokasi anggaran perawatan.

"Saya sudah sampaikan kepada Pak Bupati Subandi, supaya pengelolaan dikembalikan ke UPT. Supaya pasar ini tidak memalukan dan bisa jadi pusat rekreasi kuliner ikan, wisata belanja ikan segar, bahkan wisata religi ke Makam Dewi Sekardadu," imbuhnya.

Tak hanya itu, BHS juga mengusulkan agar tradisi nyadran bisa diangkat menjadi agenda budaya berskala internasional agar mampu menarik wisatawan ke Sidoarjo. Ia pun menyatakan akan mendorong pemerintah pusat untuk menambah cold storage serta memberikan subsidi bahan bakar bagi nelayan.

“Saya akan usulkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan agar cold storage ditambah. Kalau sekarang tangkapan 24 ton per hari, nanti bisa naik jadi 25 ton. Kita bisa jadi pusat perikanan terbesar di Jawa Timur,” katanya.

Sementara itu, perwakilan nelayan, Ahmad, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BHS. Ia berharap pemerintah daerah juga turut serta dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan.

“Saya mewakili para nelayan mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak BHS yang telah menyumbang dua mesin perahu. Harapan kami ke pemerintah daerah, semoga bisa memberi fasilitas lebih baik lagi, khususnya pelabuhan yang terjangkau,” pungkasnya. (dik/vga)

Editor : Vega Dwi Arista
#Bambang Haryo #Nelayan #pasar ikan #BHS #aspirasi