RADAR SIDOARJO - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Sidoarjo memastikan bahwa daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat dalam momen Idul Adha 1446 Hijriah aman dan layak konsumsi.
Hal ini disampaikan setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum dan sesudah penyembelihan hewan kurban.
“Kami telah memeriksa kondisi organ vital seperti jantung, paru-paru, dan hati hewan kurban. Hasilnya menunjukkan kondisi normal, yang berarti hewan-hewan tersebut sehat dan dagingnya aman dikonsumsi,” ujar Kepala Bidang Produksi Peternakan Dispaperta Sidoarjo, drh Tony Hartono, saat ditemui Radar Sidoarjo, Jumat (6/6).
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan di seluruh kecamatan, dengan fokus pada lokasi pemotongan berskala besar seperti di Kodim, Masjid Agung, dan Polresta.
“Pemotongan hewan dilakukan mulai Jumat hingga Minggu (8/6). Kami sebar tim ke 18 kecamatan dan 34 titik pemotongan untuk memastikan seluruh proses sesuai standar. Jika ditemukan hewan sakit, langsung diisolasi dan tidak diperjualbelikan,” jelasnya.
Tony menambahkan, seluruh daging dari hewan sehat dibungkus menggunakan daun jati agar tetap segar dan alami. Namun, pihaknya menemukan satu kasus cacing hati pada seekor sapi.
“Ada satu sapi yang terdeteksi cacing hati, tapi tidak membahayakan dan tidak mempengaruhi keamanan konsumsi dagingnya,” ungkapnya.
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, turut meninjau langsung proses pemeriksaan di lapangan. Ia menyampaikan bahwa dari 15 ekor sapi yang disembelih, hanya satu yang ditemukan memiliki cacing hati.
“Kami sembelih 15 ekor sapi dan dagingnya dibagikan kepada sekitar 3.500 warga,” ujarnya.
Mimik juga menegaskan bahwa seluruh hewan kurban yang disembelih telah dilengkapi surat keterangan sehat dari daerah asal dan telah melewati dua tahap pemeriksaan, yakni sebelum dan sesudah penyembelihan.
“Kami pastikan hewan yang disembelih di Sidoarjo sudah melalui pemeriksaan menyeluruh, baik organ luar maupun organ dalam,” pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista