RADAR SIDOARJO - Tingginya angka pengangguran di Kabupaten Sidoarjo masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Terlebih status daerah ini sebagai penyangga Kota Surabaya turut memperbesar tekanan pada sektor ketenagakerjaan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sidoarjo, Ainun Amalia, menyebut situasi ini serupa dengan daerah-daerah satelit Ibu Kota Jakarta seperti Tangerang, Bekasi, dan Depok.
Tingginya arus pendatang disebut ikut memengaruhi kompetisi kerja di daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dari total 1.714.952 penduduk usia produktif di Sidoarjo, sebanyak 1.096.494 telah bekerja. Namun, masih terdapat 76.063 warga yang tercatat sebagai pengangguran terbuka.
"Kami telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan angka pengangguran, salah satunya melalui pelaksanaan job fair skala kecil yang melibatkan sekolah menengah kejuruan (SMK) di seluruh Sidoarjo," ujar Ainun kepada Radar Sidoarjo.
Kegiatan yang disebut job matching itu, lanjutnya, bertujuan mempertemukan langsung pencari kerja dengan perusahaan. Terutama untuk lulusan SMK, yang selama ini menjadi penyumbang terbanyak dalam jumlah pencari kerja baru setiap tahun.
Meski demikian, Ainun mengakui bahwa kondisi industri di Sidoarjo saat ini tengah menghadapi tantangan besar, seiring dengan pergeseran tren industri dari padat karya menuju padat modal.
"Perubahan yang cepat, khususnya akibat masuknya era industri 4.0, telah menggeser banyak jenis pekerjaan konvensional. Ini jadi tantangan besar bagi kami," jelasnya.
Selain itu, Ainun menekankan pentingnya membangun mentalitas dan pola pikir generasi muda Sidoarjo agar lebih siap menghadapi dunia kerja yang terus berubah.
"Anak-anak muda Sidoarjo perlu mengubah pola pikir mereka. Jangan terlalu pilih-pilih pekerjaan dan harus lebih siap menghadapi tantangan," katanya.
Ia juga menambahkan bahwa perubahan sikap menjadi kunci untuk menjaga daya saing tenaga kerja lokal di tengah dinamika industri saat ini.
"Kalau tidak berubah, kita bisa tertinggal dengan daerah lain yang sudah lebih dulu beradaptasi dengan perubahan ini," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista