RADAR SIDOARJO - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menunjukkan kepemimpinannya yang visioner dengan membangun sinergi ekonomi nasional.
Melalui program Misi Dagang, Khofifah berhasil menguatkan kolaborasi lintas provinsi, menjadikan Jatim sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Semangat kebersamaan menjadi landasan utama Khofifah dalam menginisiasi program Misi Dagang. Rektor Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Abdunnur, M.Si., menilai langkah Khofifah sebagai sumber inspirasi bagi kepala daerah lainnya.
“Ini sebuah spirit, semangat inisiatif dari Ibu Khofifah dan ini menunjukkan bagaimana beliau membangun program dalam sinergi kebersamaan itu menjadi penting,” kata Abdunnur di Kaltim, Kamis (8/5/2025).
Abdunnur menambahkan, untuk mencapai akselerasi pembangunan nasional, diperlukan kolaborasi nyata antara provinsi.
Ia menyebutkan, langkah Khofifah yang merangkul daerah-daerah lain dalam program Misi Dagang menjadi terobosan strategis dalam mewujudkan perekonomian yang merata.
“Karena tentu pembangunan nasional melalui pembangunan daerah di provinsi seluruh Indonesia perlu diinisiasi oleh provinsi dan daerah itu sendiri. Dan alhamdulillah Ibu Khofifah sebagai gubernur Jawa Timur yang menginisiasi,” tuturnya.
Kolaborasi Khofifah bersama Kalimantan Timur menjadi babak baru dalam memperkuat sinergi ekonomi antarprovinsi.
Sebelumnya, Misi Dagang Jatim telah sukses menggandeng Maluku dan Maluku Utara dengan hasil transaksi yang signifikan.
Menurut Abdunnur, Misi Dagang yang diinisiasi Khofifah bukan sekadar transaksi ekonomi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya sinergi daerah.
Ia berharap program tersebut diimplementasikan ke provinsi lain agar tercipta pembangunan ekonomi nasional yang berkesinambungan.
“Tentu ini membangun inovasi, spirit, dan semangat di dalam pembangunan daerah, mendukung pembangunan secara nasional untuk bersama-sama secara merata di seluruh Tanah Air,” tandasnya.
Secara historis, kerja sama antara Jawa Timur dan Kalimantan Timur telah berlangsung sejak era 70-an. Pada masa itu, sektor perkayuan menjadi fokus utama dengan kayu dari Kaltim diolah di Surabaya dan Gresik.
Memasuki era 2000-an, sinergi ekonomi berlanjut di sektor energi dengan pengiriman batu bara dari Kaltim ke Pembangkit Listrik Paiton, Jawa Timur.
Kini, Khofifah kembali menghidupkan kolaborasi tersebut dengan memperluas sektor perdagangan dan investasi melalui program Misi Dagang. (rud/vga)
Editor : Vega Dwi Arista