RADAR SIDOARJO - UTD PMI Sidoarjo menghadapi tantangan dalam memenuhi stok darah selama Ramadan 2025. Mereka menargetkan ribuan kantong darah untuk persediaan libur lebaran.
Wakil Ketua UTD PMI Sidoarjo, Mohammad Ainur Rahman mengatakan, kebiasaan pendonor berubah selama Ramadan. Pendonor aktif biasanya datang pada sore dan malam hari, tetapi hujan yang sering turun di sore hari berdampak pada jumlah pendonor.
"Belakangan ini hujan hampir selalu turun sore hari, sehingga berdampak pada jumlah pendonor," ucapnya, Kamis, (20/3).
Untuk mengatasi kendala tersebut, UTD PMI Sidoarjo bekerja sama dengan berbagai pihak guna meningkatkan minat masyarakat dalam mendonorkan darah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membagikan puluhan paket sembako bagi warga yang bersedia mendonorkan darahnya.
"Langkah ini kami harapkan dapat menarik lebih banyak pendonor, agar stok darah tetap terpenuhi," ujarnya.
Pihaknya telah berhasil mengumpulkan 145 kantong darah. Jumlah tersebut masih jauh dari target, sehingga PMI terus mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.
UTD PMI Sidoarjo menargetkan 4.500 kantong darah, agar stik darah saat lebaran tetap aman. "Dengan strategi pemberian sembako ini, kami berharap semakin banyak orang yang terdorong untuk mendonorkan darahnya," harapnya. (sai/gun)
Editor : Guntur Irianto