SIDOARJO - Karang Taruna Desa Waru mengadakan workshop membatik. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Sidoarjo yang ke-166.
Workshop yang dilaksanakan di Pendopo Balai Desa Waru itu diikuti para warga dan karang taruna. Hadir pula, Founder Rumah Batik Tulis Al-Huda, Nurul Huda sebagai narasumber.
Dia memberikan arahan tentang cara membuat batik. Mulai dari tahapan awal membatik hingga teknik pewarnaan.
Ketua Karang Taruna Desa Waru, Dwy Febryanto mengatakan, kegiatan workshop membatik ditujukan untuk memperkenalkan batik khas Kota Delta ke masyarakat. Khususnya kepada generasi muda.
"Ide untuk mengadakan workshop ini berawal dari usulan yang diajukan pada tahun 2024, bersama dengan musyawarah desa, kami merencanakan kegiatan ini dalam rangka menyambut hari jadi Kabupaten Sidoarjo yang ke-166," ucapnya saat ditemui Radar Sidoarjo.
Dwy merasa senang, karena tidak sedikit masyarakat yang tertarik untuk belajar dan mengenal lebih dalam tentang seni batik khas Sidoarjo. "Saya berharap, dengan workshop ini, masyarakat dapat lebih mencintai dan melestarikan budaya batik sebagai warisan budaya lokal yang bernilai tinggi," ujarnya.
Sementara itu, Nurul Huda menerangkan, melestarikan batik sebagai salah satu warisan budaya sangatlah penting. Menurutnya, masyarakat akan mengetahui akan nilai batik bila secara langsung belajar membatik.
"Batik bukan hanya sebuah kerajinan, tetapi juga sebuah seni yang penuh makna, setiap desain batik mencerminkan kepribadian dan kreativitas si pembatik, dan ini yang membuat batik sangat bernilai, bahkan diakui dunia," bebernya.
Baginya, proses pembuatan batik membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Dari menggambar desain hingga proses pewarnaan.
"Semua tahap harus dilakukan dengan hati-hati dan penuh perhatian, agar menghasilkan karya yang indah dan bernilai seni tinggi," katanya.
Dalam pelatihan itu, ia memberikan kebebasan untuk peserta berkreasi dengan desain mereka sendiri. Sehingga, ekspresi peserta akan tertuang dalam batik.
"Batik tidak hanya sekadar pakaian, tetapi juga merupakan simbol identitas dan kebanggaan bagi masyarakat Indonesia," ungkapnya.
Kegiatan workshop tersebut mendapat sambutan positif dari semua peserta yang hadir. Mereka tampak bangga bisa belajar langsung dari narasumber yang ahli di bidangnya. (nas/sai)
Editor : Guntur Irianto