SIDOARJO – TPA Griyo Mulyo tengah menyiapkan langkah konkret untuk mencapai target pengelolaan sampah pada tahun 2025. Berbagai kebijakan strategis akan diterapkan guna mendukung pencapaian target tersebut.
"Secara keseluruhan, kami berfokus untuk mencapai target Jakstrada dan Jakstranas, yakni penanganan sampah sebesar 70 persen dan pengurangan sampah sebesar 30 persen," ujar Kepala TPA Griyo Mulyo, Hajid Arif Hidayat, kepada Radar Sidoarjo, Jumat (3/1).
Hajid menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun sejumlah langkah strategis untuk mendukung pencapaian target tersebut. "Langkah pertama adalah pemetaan dan perluasan layanan sampah. Ini akan menjadi salah satu prioritas utama kami," jelasnya.
Selain itu, peningkatan sarana dan prasarana (Sarpras) serta pengelolaan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, Recycle (TPS3R) juga akan dilakukan. Tujuannya adalah untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.
Masyarakat juga diharapkan dapat lebih berpartisipasi dalam pengelolaan sampah secara mandiri, agar dapat mengurangi beban sampah di TPA.
Hajid menekankan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku pembuangan sampah liar sangat penting. Untuk itu, ia akan bekerja sama dengan Satpol PP untuk mengaktifkan kembali sidang tindak pidana ringan (tipiring) bagi para pelanggar.
"Melalui perluasan layanan, peningkatan sarpras, dan penegakan hukum yang lebih tegas, kami berharap akan ada pengurangan signifikan terhadap sampah liar yang mencemari lingkungan," terangnya.
"Langkah-langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah," tambahnya.
Di sisi lain, TPA Griyo Mulyo juga tengah mempersiapkan komersialisasi produksi RDF (Refuse Derived Fuel). RDF yang dihasilkan nantinya akan disalurkan ke industri semen sebagai bahan bakar alternatif.
"Kami berharap, langkah-langkah ini dapat membawa perubahan positif dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan," pungkasnya. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista