SIDOARJO - Kurang lebih 20 rumah warga di RW 18, Dusun Banjar Melati, Desa Pabean, Kecamatan Sedati terdampak banjir. Air setinggi 30 sentimeter merendam rumah warga.
Informasi yang diterima, hujan deras yang mengguyur Sidoarjo khususnya wilayah Sedati dan Waru membuat air sungai meluap dan masuk ke dalam sejumlah rumah warga. Namun, masih belum ada bantuan dari pemerintah daerah atau pemerintah desa untuk warga setempat.
Hal itu diungkapkan oleh warga RW 18, Supii, pada Jumat (27/12). Dia mengaku masalah banjir di RT RW 18 Dusun Banjar Melati pada tahun ini termasuk parah. Apalagi, rumah miliknya sudah terendam banjir selama lima hari.
Padahal tahun-tahun sebelumnya, kawasan tersebut tak pernah dilanda banjir separah ini. Menurut kakek 64 tahun itu, hal itu diduga disebabkan karena jalan yang ditinggakan, namun gorong-gorong tidak diperbaiki.
"Karena jalan paving ditinggikan, gorong-gorong belum diperbaiki akhirnya air tidak bisa mengalir ke sungai. Semenjak hujan lebat beberapa hari yang lalu, air sudah masuk ke rumah saya," ujarnya.
Lebih lanjut, masih kata Supii, banjir menggenangi rumahnya hingga setinggi 30 sentimeter. Banjir yang tiba-tiba melanda rumahnya, merendam semua sudut ruangan, mulai dari empat kamar tidur, ruang tamu, hingga ke dapur.
Mendapati hal tersebut, keluarga Supii segera mengevakuasi barang-barang berharganya agar tidak terendam banjir. Namun, seperti lemari, kulkas, dan barang yang besar lainnya turut terendam banjir.
"Kalau tidur pakai dipan, tapi air sudah tinggi akhirnya kasur agak basah. Tidur tidak nyaman, campur basah. Tapi sekarang sudah lumayan surut," jelasnya.
Akibat air yang tak kunjung surut, keluarga Supii yang biasanya berjualan rujak untuk mencukupi kebutuhan hidupnya harus meliburkan diri. Dia mengaku, ekonominya menurun drastis akibat tak jualan selama tiga hari.
"Akhirnya sangat berdampak pada penjualan, karena libur. Banjir tak kunjung surut, omzetnya menurun drastis. Tidak ada pemasukan sama sekali," tuturnya.
Akibat banjir yang tak kunjung surut, beberapa keluarganya menderita gatal-gatal di bagian kaki. Namun, masih belum ada bantuan berupa obat-obatan maupun air bersih untuk warga terdampak banjir di Desa Pabean.
"Padahal ini dekat sama rumahnya Pak Bupati, tapi tidak ada bantuan sama sekali. Kemaren itu banjirnya tinggi, sampai sekarang ini masih belum surut airnya, nyedot sendiri pakai pompa," ungkapnya.
Mirisnya, masih belum ada tindakan signifikan yang dilakukan oleh pemerintah desa dan pemerintah daerah untuk mengatasi masalah banjir tersebut. Padahal, puluhan rumah warga tergenang banjir.
Dia berharap, adanya bantuan yang datang dari pemerintah untuk warga yang terdampak masalah banjir. Termasuk kondisi segera membaik dan banjir cepat surut.
Hal senada diungkapkan, warga RW 18 lainnya, Sri Indartik. Dia mengaku, banjir yang melanda rumahnya tak kunjung surut sudah lima hari.
"Tidak ada bantuan dari pemerintah bagi warga terdampak. Barang barang yang ada di dalam rumah semuanya terendam," ujarnya.
Padahal, beberapa warga menderita gatal-gatal akibat banjir yang menggenang. Dia menyayangkan, tidak ada tindakan signifikan yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi banjir di wilayahnya. (dik/vga)
Editor : Vega Dwi Arista