Darjo Nyel Ekonomi & Bisnis Features Jatim Kota Delta Kriminal Delta Lifestyle Pendidikan Peristiwa Person of The Year Politika Sport & Health

Plt Bupati Sidoarjo Sidak Banjir di Pondok Tjandra, Rencanakan Pembangunan Embung di Tambaksawah

M Saiful Rohman • Kamis, 26 Desember 2024 | 20:41 WIB
TERGENANG: Plt Bupati Sidoarjo Subandi saat sidak banjir di kawasan Pondok Tjandra. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
TERGENANG: Plt Bupati Sidoarjo Subandi saat sidak banjir di kawasan Pondok Tjandra. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

SIDOARJO – Kecamatan Waru menjadi wilayah yang paling parah terdampak banjir. Beberapa titik seperti Pepelegi, Tropodo, hingga Pondok Tjandra terendam dengan ketinggian air mencapai sekitar 60 cm.

Salah satu warga Pondok Tjandra, Roni, mengungkapkan bahwa banjir tahun ini lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, genangan air sempat merendam rumah warga hingga ketinggian mencapai 80 cm.

“Banjir kali ini benar-benar parah, airnya masuk ke rumah-rumah,” ujarnya kepada Radar Sidoarjo, Kamis (26/12).

Roni berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan agar genangan air cepat surut dan tidak semakin meluas.

Plt Bupati Sidoarjo, Subandi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pondok Tjandra untuk memantau langsung kondisi banjir. Menurutnya, banjir di Pondok Tjandra sudah menjadi masalah tahunan yang memerlukan solusi konkret agar tidak terus berulang.

“Banjir di sini memang terjadi setiap tahun. Sebagai pimpinan daerah, saya akan mencari alternatif solusi untuk menyelesaikan masalah banjir ini,” katanya.

Dalam sidaknya, Subandi menemukan bahwa bozem (tempat penampungan air) yang seharusnya berfungsi menampung air telah diperkecil, sehingga kapasitas penampungan menjadi berkurang. Selain itu, pengelolaan pompa air yang saat ini masih dikelola pihak pengembang juga menjadi kendala penanganan banjir.

“Kami akan benahi semuanya, termasuk bozem dan pengelolaan pompa. Kalau masih dikelola pengembang, kami tidak bisa berbuat banyak. Oleh karena itu, kami akan ambil alih supaya bisa merespons cepat saat terjadi banjir,” jelasnya.

Subandi juga menyoroti pentingnya standar pembangunan rumah yang memenuhi peil banjir untuk mencegah genangan air di kawasan pemukiman. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk memastikan hal ini dipatuhi oleh para pengembang.

“Setiap pembangunan rumah harus memenuhi standar peil banjir. Kalau tidak, pembangunannya akan kami hentikan. Ini perintah, dan saya akan bekerja sama dengan Kapolres untuk memastikan aturan ini dipatuhi,” tegasnya.

Subandi juga berencana menyusun master plan pembangunan Sidoarjo agar seluruh kegiatan pembangunan mengikuti desain besar yang terintegrasi untuk mengurangi risiko banjir.

Salah satu solusi yang sedang dipertimbangkan adalah pembangunan embung atau dam dengan bantuan dari pemerintah pusat. Embung tersebut direncanakan dibangun di daerah Tambaksawah.

“Kami berharap keberadaan embung ini dapat mengurangi dampak banjir di wilayah Waru,” ungkapnya.

Selain itu, normalisasi saluran air dan pengoperasian pompa besar akan terus dilakukan, terutama untuk menghadapi potensi banjir akibat cuaca ekstrem atau rob.

“Kalau ada cuaca ekstrem atau air laut pasang, kita bisa operasikan pompa besar. Normalisasi saluran juga akan terus berjalan,” tutupnya. (sai/vga)

 
4o
 
 
 
 

 

 
Editor : Vega Dwi Arista
#Sidak #Banjir #terendam #Bupati #Waru