Camat Tanggulangin Cek Langsung Kondisi Sumur di Desa Boro Tanggulangin Sidoarjo
Vega Dwi Arista• Jumat, 9 Agustus 2024 | 02:43 WIB
DITANGANI : Camat Tanggulangin Sabino Mariano (tiga dari kiri) bersama warga Perum Mutiara Citra Asri usai mengecek kondisi air sumur panas.
SIDOARJO - Fenomena air sumur panas di halaman balai RW 5, Perum Mutiara Citra Asri Blok P, Desa Boro, Kecamatan Tanggulangin mendapatkan perhatian serius dari Pemkab Sidoarjo.
Kamis (8/8) malam sekitar pukul 18.00, Camat Tanggulangin Sabino Mariano mendatangi lokasi sumur panas tersebut. Sabino didampingi warga setempat mengecek langsung kondisi air sumur.
Camat Tanggulangin Binno Mariano mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap perkembangan sumur panas di Desa Boro, Kecamatan Tanggulangin.
DITELITI: Tim Laboratorium Lingkungan DLHK Sidoarjo saat memeriksa kandungan air sumur panas yang ada di Desa Boro, Tanggulangin. (M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)
"Pada pukul 18.00, terpantau suhu air di sumur masih terasa hangat. Dalam upaya penanganan masalah ini, kami telah berkoordinasi dengan DLHK dan BPBD Kabupaten Sidoarjo," katanya.
Dia mengungkapkan, informasi dari BPBD Sidoarjo akan berkoordinasi dengan PLN untuk melakukan uji ground. Tujuannya untuk mengetahui apakah ada pengaruh dari grounding listrik terhadap fenomena sumur panas tersebut.
Selain itu, DLHK juga sudah mengambil sampel dari sumur tersebut serta beberapa sumur milik warga di sekitar lokasi.
"Hingga malam ini, penyebab dari panasnya air sumur tersebut masih belum diketahui, namun diharapkan semua upaya yang dilakukan dapat memberikan informasi yang positif untuk penanganan lebih lanjut," terangnya.
Sebelumnya, Tim Peneliti dari Laboratorium Lingkungan DLHK Sidoarjo, Masita juga mengecek kondisi sumur, Kamis siang.
Dia mengatakan, pihaknya untuk sementara belum dapat memastikan hasilnya. Karena masih dalam pengecekan parameter lapangan. Terkait hasil akan ditindaklanjuti di laboratorium.
"Untuk sementara kami masih menguji hasil parameternya saja, untuk hasil lebih lengkapnya kualitas airnya akan diuji di laboratorium," ucapnya saat ditemui di lokasi sumur, Kamis, (8/8).
Dia menyebut ada tiga parameter yang diperiksa di lapangan. Yakni pH (Derajat keasaman air) suhu dan Daya Hantar Listrik (DHL).
Menurutnya, air sumur dengan suhu 40 derajat celcius adalah hal yang tidak wajar. Akan tetapi saat dicek suhu udaranya terbilang cukup panas. (sai/vga)