SIDOARJO - Tim Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo mengecek adanya fenomena air sumur panas di halaman balai RW 5, Perum Mutiara Citra Asri Blok P, Desa Boro, Kecamatan Tanggulangin.
Fenomena yang membuat geger warga tersebut sempat membuat sebagian warga khawatir. Apalagi saat kejadian, selain panasnya yang mencapai 60 derajat celcius sumur juga mengeluarkan asap.
Peneliti dari Laboratorium Lingkungan DLHK Sidoarjo, Masita mengatakan, pihaknya untuk sementara belum dapat memastikan hasilnya. Karena masih dalam pengecekan parameter lapangan. Terkait hasil akan ditindaklanjuti di laboratorium.
"Untuk sementara kami masih menguji hasil parameternya saja, untuk hasil lebih lengkapnya kualitas airnya akan diuji di laboratorium," ucapnya saat ditemui di lokasi sumur, Kamis, (8/8).
Dia menyebut ada tiga parameter yang diperiksa di lapangan. Yakni pH (Derajat keasaman air) suhu dan Daya Hantar Listrik (DHL).
"Untuk pH masih memenuhi bakumutu permenkes tahun 2023 yaitu berada di angka 6,93/6,94, kalau suhu kami dapati 40 derajat celcius, untuk yang DHL-nya mencapai 1466/1469," jelasnya.
"Terkait hasil akhir, kami masih harus mengecek lagi dengan alat baku mutunya untuk justmennya (hasil akhir, red)," imbuhnya.
Menurutnya, air sumur dengan suhu 40 derajat celcius adalah hal yang tidak wajar. Akan tetapi saat dicek suhu udaranya terbilang cukup panas.
"Kalau melihat suhu udaranya tadi sedikit lebih tinggi, kalau normalnya itu plus minus tiga dari suhu udara," tutupnya.
Diketahui, sumur tersebut mengeluarkan asap dan air panas pertama diketahui oleh warga sejak Selasa (6/8) kemarin malam. Pertama diketahui oleh warga yang akan mencuci tangan setelah selesai mengikuti kerja bakti di depan balai RW. (sai/vga)
Editor : Vega Dwi Arista