SIDOARJO – Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sidoarjo membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Yakni melalui program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK).
Program tersebut menawarkan Beragam kejuruan, Seperti Teknologi Informatika, Elektronika, Fashion Teknologi, Industri Kreatif, Teknik Manufaktur, Listrik, Teknik Pendingin, Otomotif, Pengelasan, Bisnis-Manajemen (Clerikal), Pariwisata (Perhotelan) dan Bahasa.
Kepala BPVP Sidoarjo Muhammad Aiza Akbar mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Dalam satu tahun bisa dilakukan empat hingga lima tahap PBK. Dalam setiap tahap, jumlah pendaftarnya membeludak.
"Namun sesuai ketentuan, Setiap kelas pelatihan memiliki kuota maksimal 16 orang, sehingga setiap siswa mampu melakukan pekerjaan seperti di dunia kerja yang sesungguhnya" jelas Aiza.
Peserta harus melewati sejumlah tahapan untuk lolos dalam PBK. Peserta yang sudah lolos nantinya akan mendapatkan durasi pelatihan yang bervariasi. Tergantung kelasnya. Ada yang mulai dari 28 hari hingga 45 hari.
Lebih menariknya lagi, BPVP Sidoarjo tidak hanya memberikan pembelajaran berkualitas, tetapi juga fasilitas lengkap bagi para peserta. Termasuk seragam, modul pelatihan, jaminan sosial ketenagakerjaan, dan bahkan makan siang.
"Fasilitas ini kami berikan untuk memastikan pelatihan kerja sesuai kondisi dunia kerja yang sesungguhnya," ujar Aiza.
Lebih lanjut, Aiza menuturkan bahwa PBK bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga investasi dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang siap bersaing di dunia kerja.
"Kesempatan ini menjadi langkah awal bagi masyarakat Sidoarjo dan Jawa Timur untuk meraih potensi penuhnya dalam dunia industri," ungkap Aiza.
Peserta yang mengikuti pelatihan ini tidak dipungut biaya alias gratis. Bahkan, setelah menyelesaikan pelatihan dan dinyatakan kompeten, peserta akan mendapatkan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Adapun untuk kejuruan Forklift juga mendapat sertifikat SIO K-3.
Sertifikat ini menjadi bukti pengakuan atas kemampuan dan keterampilan yang telah dimiliki peserta, sehingga membuka peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaany ang lebih baik. (nis)
Editor : Annisa Firdausi